Pasangan ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto dan Gloria Emanuelle Widjaja, harus mengakhiri langkah mereka lebih awal pada ajang Singapore Open 2026. Langkah mereka terhenti di babak pertama turnamen bergengsi ini setelah berhadapan dengan pasangan Prancis, Thom Gicquel dan Delphine Delrue, yang berstatus sebagai unggulan keempat.
Pertandingan yang digelar di Singapore Indoor Stadium pada hari Selasa (26/5) tersebut menyaksikan Rehan/Gloria berjuang keras, namun takluk dalam dua gim langsung dengan skor akhir 18-21 dan 19-21. Kekalahan ini tentu menjadi pukulan bagi harapan pasangan muda Indonesia untuk melaju lebih jauh di turnamen ini.
Di gim pertama, Rehan/Gloria sempat menunjukkan performa yang menjanjikan. Meskipun tertinggal di awal pertandingan, mereka berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 13-13. Momentum sempat berpihak pada mereka, menunjukkan bahwa mereka mampu memberikan perlawanan sengit kepada pasangan Prancis yang lebih diunggulkan.
Saling kejar angka mewarnai paruh akhir gim pertama. Kedua pasangan menunjukkan ketegangan di setiap poin krusial. Namun, Thom Gicquel/Delphine Delrue menunjukkan ketenangan yang lebih baik di momen-momen penentu. Mereka berhasil mengendalikan tekanan dan merebut tiga poin terakhir untuk mengamankan kemenangan di gim pertama dengan skor 21-18.
Memasuki gim kedua, Rehan/Gloria kembali mencoba membangun momentum. Mereka sempat unggul di awal pertandingan, bahkan memimpin dengan skor 5-8. Performa impresif mereka terus berlanjut setelah jeda, menunjukkan determinasi untuk membalikkan keadaan. Namun, laju empat poin berturut-turut dari Gicquel/Delrue mengubah jalannya gim, membuat pasangan Prancis berbalik unggul 13-11.
Meski tertinggal, Rehan/Gloria tidak menyerah begitu saja. Mereka kembali menunjukkan semangat juang dengan merebut tiga poin beruntun untuk unggul 17-16, dan kemudian memimpin 18-17. Poin demi poin krusial kembali menjadi penentu. Gicquel/Delrue kembali menunjukkan ketangguhannya, mereka berhasil meraih tiga poin berikutnya untuk mencapai match point. Rehan/Gloria sempat memperpanjang asa dengan menambah satu angka, namun upaya tersebut tidak cukup.
Pada akhirnya, Thom Gicquel/Delphine Delrue berhasil mengamankan poin terakhir. Kemenangan mereka di gim kedua dengan skor 21-19 memastikan langkah Rehan/Gloria terhenti di babak pertama Singapore Open 2026. Perjuangan mereka patut diapresiasi, meskipun hasil akhir belum memihak. Pertandingan ini memberikan pelajaran berharga bagi Rehan/Gloria untuk terus berlatih dan memperbaiki strategi mereka menghadapi lawan-lawan tangguh di kancah internasional. Kekalahan ini menjadi motivasi bagi mereka untuk bangkit di turnamen selanjutnya.
Para penggemar bulu tangkis Indonesia tentu berharap Rehan/Gloria dapat segera mengevaluasi performa mereka dan kembali dengan kekuatan penuh. Pengalaman bertanding melawan unggulan teratas seperti Gicquel/Delrue merupakan bagian penting dari proses pengembangan atlet. Dengan latihan yang lebih intensif dan strategi yang matang, bukan tidak mungkin mereka akan mampu bersaing lebih ketat di masa mendatang. Singapore Open 2026 mungkin bukan tahun keberuntungan mereka, namun perjalanan karier mereka masih panjang.
This article was rewritten using AI technology based on information from sport.detik.com without altering the facts of the original article.






