Nahas di Menit Akhir: Inter Milan Terpeleset Lawan Verona yang Terdegradasi

Darus Sinatria

Di tengah sorak-sorai yang seharusnya membahana di Giuseppe Meazza, Inter Milan justru harus menelan pil pahit. Kendati berhadapan dengan Hellas Verona yang nasibnya di Serie A sudah tersegel untuk degradasi, klub berjuluk Nerazzurri ini takluk pada drama menit-menit akhir, mengakhiri laga dengan skor imbang 1-1. Gol pembuka yang datang dari keberuntungan, atau lebih tepatnya "bantuan" tak disengaja dari kubu lawan, gagal dipertahankan hingga peluit panjang berbunyi.

Pertandingan yang digelar pada Minggu malam, 17 Mei 2026, ini seharusnya menjadi ajang Inter Milan untuk semakin memantapkan dominasi mereka di puncak klasemen. Pelatih Inter melakukan beberapa penyesuaian dalam skuatnya, memberikan kesempatan tampil sebagai starter kepada Andy Diouf dan Ange-Yoan Bonny. Dari awal laga, Inter Milan tampak mengendalikan jalannya permainan, memamerkan penguasaan bola yang superior dan upaya serangan yang tiada henti. Namun, gol yang ditunggu-tunggu tak kunjung tercipta hingga paruh kedua pertandingan dimulai.

Keunggulan Inter Milan akhirnya datang di menit-menit awal babak kedua, namun bukan melalui sentuhan magis para penyerang mereka. Sebuah tendangan sudut yang dilepaskan oleh Ange-Yoan Bonny, yang sejatinya berpotensi menciptakan peluang, justru berujung gol bunuh diri bagi tim tamu. Bola yang coba diblok oleh bek Verona, Andrias Edmundsson, justru membelok masuk ke gawang timnya sendiri. Gol yang lahir dari sebuah insiden tak terduga ini seharusnya menjadi momentum bagi Inter untuk menambah keunggulan dan mengunci kemenangan.

Usai gol tersebut, Inter Milan semakin meningkatkan intensitas serangan mereka. Lautaro Martinez menjadi momok bagi pertahanan Verona. Pada menit ke-51, tendangannya berhasil digagalkan oleh kiper Verona. Enam menit berselang, pertahanan solid Verona kembali menggagalkan upaya Martinez untuk mencatatkan namanya di papan skor. Inter Milan seolah tak memberi jeda bagi tim tamu, terus menekan dan mencari celah di lini pertahanan yang sudah tertekan.

Verona, meski sudah dipastikan terdegradasi, tidak serta merta menyerah. Mereka menunjukkan semangat juang yang patut diapresiasi, bahkan sempat menebar ancaman pada menit ke-80. Sebuah tembakan keras dari Amine Sarr berhasil menyentuh tangan kiper Inter, Yann Sommer, memaksa sang penjaga gawang untuk melakukan penyelamatan gemilang. Ancaman ini menjadi sinyal bahwa Verona masih memiliki potensi untuk memberikan perlawanan.

Namun, mimpi buruk bagi Inter Milan datang di menit-menit krusial. Saat pertandingan memasuki masa tambahan waktu, tepatnya pada menit ke-91, Verona berhasil menyamakan kedudukan. Kieron Bowie, dengan memanfaatkan umpan panjang yang sukses melewati garis pertahanan Inter dan lolos dari jebakan offside, berhasil berlari kencang dan menggetarkan jala gawang Yann Sommer dengan tendangan terarah ke sudut gawang. Gol penyama kedudukan ini sontak membungkam publik Giuseppe Meazza yang tadinya bersiap merayakan kemenangan.

Hasil imbang ini, meskipun mengecewakan bagi para penggemar Inter Milan, sejatinya tidak membawa perubahan signifikan bagi posisi kedua tim di klasemen Serie A. Inter Milan, yang sudah memastikan diri sebagai juara liga musim ini, tetap kokoh di puncak klasemen dengan raihan 86 poin dari 27 pertandingan yang telah dilakoni. Kinerja mereka musim ini memang luar biasa, namun kekalahan poin di kandang sendiri melawan tim yang sudah terdegradasi ini tentu menjadi catatan evaluasi penting menjelang akhir musim.

Sementara itu, Hellas Verona, yang harus menerima kenyataan pahit terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Italia, tetap berada di posisi ke-19 klasemen dengan mengumpulkan 21 poin. Meskipun hasil ini tidak mengubah nasib mereka, perjuangan yang ditunjukkan di akhir musim patut diapresiasi sebagai bentuk profesionalisme dan semangat pantang menyerah hingga pertandingan terakhir.

Susunan pemain yang diturunkan oleh kedua tim dalam laga ini adalah sebagai berikut:

Inter Milan: Yann Sommer (kiper); Stefan de Vrij, Francesco Acerbi, Carlos Augusto (pemain belakang); Luis Henrique, Andy Diouf, Lovro Sucic, Henrikh Mkhitaryan, Matteo Darmian (pemain tengah); Ange-Yoan Bonny, Lautaro Martinez (pemain depan).

Hellas Verona: Montipò (kiper); Jackson Netto, Andrias Edmundsson, Giangiacomo Magnani (pemain belakang); El Hajj, Darko Lazović, Marco Gagliardini, Mateusz Praszelik, Fabien Centonze (pemain tengah); Adam Zima, Milan Djuric (pemain depan).

Insiden di menit akhir ini menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, tidak ada pertandingan yang bisa dianggap remeh. Sekecil apapun peluang, dan sekecil apapun lawan yang dihadapi, hasil akhir selalu menyimpan kejutan. Bagi Inter Milan, hasil ini mungkin menjadi momen introspeksi, sementara bagi Verona, ini adalah pengingat bahwa mereka mampu memberikan perlawanan yang berarti bahkan di saat-saat terakhir mereka di Serie A.

Also Read

Tags