Kompetisi Elite Pro Academy (EPA) telah rampung menggelar musim 2025/2026, dan Persija Jakarta berhasil mengukuhkan diri sebagai kampiun di level U-20 Super League. Kemenangan tipis 1-0 atas Malut United di Lapangan Garudayaksa Football Academy, Bekasi, berkat gol tunggal Theodore Evan Leeming, menjadi penutup manis bagi Macan Kemayoran di ajang ini. Namun, di balik euforia juara, penyelenggara kompetisi, I.League, menegaskan bahwa fokus utama EPA tetap pada aspek fundamental: pembinaan talenta muda sepak bola Indonesia.
Perhelatan EPA musim ini mencakup berbagai jenjang usia, mulai dari U-16, U-18, U-19, hingga U-20. Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menekankan bahwa penyelenggaraan kompetisi ini bukan sekadar ajang adu gengsi antar tim, melainkan sebuah platform strategis untuk meningkatkan kualitas pemain secara menyeluruh. "Kami tidak hanya melihat dari sisi kuantitas pertandingan, tetapi lebih dalam lagi pada kualitas yang dihasilkan," ujar Asep. Ia menambahkan bahwa tujuan utamanya adalah memastikan para talenta muda yang berkompetisi memiliki standar permainan yang mumpuni dan para pelatih mampu menyajikan materi taktik yang efektif.
Meskipun secara umum penyelenggaraan EPA dinilai berjalan baik, Asep Saputra tidak menampik adanya area yang memerlukan perbaikan signifikan untuk edisi mendatang. Salah satu catatan penting yang menjadi fokus evaluasi adalah tingginya angka pelanggaran disiplin yang terjadi di lapangan. "Ada beberapa poin yang masih menjadi perhatian kami untuk dievaluasi lebih lanjut. Salah satunya adalah terkait disiplin pemain yang masih cukup sering terjadi. Kami berharap di musim berikutnya, situasi ini bisa menjadi jauh lebih baik," ungkapnya. Upaya untuk menumbuhkan kesadaran akan sportivitas dan etika bermain di kalangan pemain muda menjadi agenda prioritas I.League.
Perasaan syukur menyelimuti skuad Persija U-20 yang dipimpin oleh pelatih Furqon Alkatiri. Keberhasilan meraih gelar juara ini disambut dengan optimisme tinggi. Furqon menyatakan harapannya agar kompetisi EPA dapat terus melahirkan generasi pesepak bola muda yang berkualitas, yang kelak dapat menjadi pondasi kuat bagi tim nasional Indonesia. "Harapan terbesar kami adalah agar kompetisi ini mampu mencetak para pemain yang nantinya akan menjadi tulang punggung bagi Timnas Indonesia," tutur Furqon. Pernyataan ini menggarisbawahi peran vital EPA dalam rantai pembinaan sepak bola nasional yang berjenjang.
Lebih jauh lagi, penghargaan individu yang diberikan di akhir kompetisi juga menyoroti performa luar biasa para pemain dan pelatih di setiap kategori. Di EPA Super League U-16, Haikal Kamil dari Persik Kediri dinobatkan sebagai Pemain Terbaik, sementara Imam Rohmawan dari Persis Solo meraih penghargaan Pelatih Terbaik. Sendy Juliansyah dari Dewa United Banten FC tampil gemilang sebagai Kiper Terbaik, dan Ichiro Akbar dari Bhayangkara Presisi Lampung FC menjadi Top Skorer. Tim Persija Jakarta juga turut bangga dengan raihan penghargaan Fair Play di kategori ini.
Beralih ke EPA Super League U-18, Kaindra Nabil dari Persib Bandung dianugerahi gelar Pemain Terbaik. Pelatih terbaik di kategori ini jatuh kepada Ferdiansyah dari Persija Jakarta, yang menunjukkan kemampuannya dalam membimbing timnya. Best Goalkeeper dipegang oleh Dhanet Andika dari Persis Solo, dan Hadza Mahendra dari Borneo FC Samarinda menjadi Top Scorer. Persija Jakarta kembali membuktikan diri sebagai tim yang menjunjung tinggi sportivitas dengan meraih penghargaan Fair Play di kelompok usia ini.
Puncak kompetisi, EPA Super League U-20, menobatkan Fahran Darwan dari Malut United FC sebagai Pemain Terbaik, sebuah pengakuan atas kontribusinya yang signifikan meski timnya harus mengakui keunggulan Persija di final. Pelatih terbaik di kategori ini adalah Furqon Alkatiri dari Persija Jakarta, yang berhasil membawa timnya meraih gelar juara. Er Deva Aulia dari Persis Solo menunjukkan performa solid sebagai Kiper Terbaik. Top Scorer diraih oleh Ahmad Mujadid dari Persija Jakarta, yang menjadi mesin gol andalan timnya. Sementara itu, Semen Padang FC berhasil meraih penghargaan Fair Play. Tidak hanya itu, Persija Jakarta juga dinobatkan sebagai Akademi Terbaik secara keseluruhan di seluruh tingkatan kompetisi EPA, sebuah pencapaian prestisius yang mencerminkan konsistensi dan kualitas pembinaan mereka.
Penghargaan-penghargaan ini tidak hanya sekadar trofi, tetapi juga merupakan bukti nyata dari kerja keras, dedikasi, dan bakat yang tersalurkan melalui ajang EPA. I.League berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dan perbaikan berkelanjutan dalam penyelenggaraan EPA, demi mewujudkan visi Indonesia sebagai kekuatan sepak bola yang diperhitungkan di kancah internasional, dimulai dari fondasi yang kuat di level akademi. Dengan evaluasi yang terus menerus dan fokus pada peningkatan kualitas, EPA diharapkan akan terus menjadi inkubator bagi bintang-bintang sepak bola masa depan bangsa.






