Musim yang mengecewakan bagi Liverpool, terutama setelah euforia gelar juara dan gelontoran dana besar untuk memperkuat skuat, kini menemui titik terang mengenai akar masalahnya. Manajer baru, Arne Slot, secara gamblang menyoroti bahwa performa di laga tandang, khususnya setelah melakoni pertandingan di kompetisi Eropa, menjadi biang keladi anjloknya prestasi The Reds.
Pasca meraih kesuksesan musim lalu, Liverpool digadang-gadang akan kembali menjadi penantang serius di berbagai ajang. Investasi signifikan di bursa transfer musim panas lalu, mendatangkan talenta-talenta kelas wahid seperti Florian Wirtz, Alexander Isak, dan Hugo Ekitike, semakin memperkuat ekspektasi tersebut. Namun, realitas di lapangan justru berbanding terbalik. Alih-alih bersaing memperebutkan gelar juara, Mohamed Salah dan kawan-kawan justru berjuang keras untuk sekadar mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Saat ini, mereka tertahan di peringkat keempat klasemen dengan raihan 59 poin, hanya unggul selisih gol dari Aston Villa dan terpaut empat poin dari Bournemouth. Posisi ini tentu jauh dari harapan dan menunjukkan adanya masalah fundamental dalam performa tim.
Menjelang bentrokan krusial melawan Aston Villa di kandang lawan pada Sabtu (16/5/2026) dini hari WIB, tiga poin menjadi sangat vital. Kemenangan akan sangat menentukan nasib Liverpool dalam upaya mereka mengamankan zona Liga Champions menjelang pekan terakhir musim ini. Namun, catatan statistik musim ini memberikan gambaran suram terkait performa tandang Liverpool.
Arne Slot sendiri mengakui bahwa pertandingan di luar kandang menjadi titik terlemah timnya. Data menunjukkan bahwa Liverpool delapan kali menelan kekalahan di laga tandang, kontras dengan hanya tiga kekalahan di kandang sendiri. Ia mengidentifikasi faktor fisik dan stamina sebagai pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan untuk musim depan. Menurut pengamatannya, kebugaran tim sering kali menurun drastis, terutama di partai tandang setelah mereka bertanding di ajang Eropa. Hal ini berujung pada hilangnya poin-poin penting yang seharusnya bisa diraih oleh tim sekaliber Liverpool.
"Performa tandang merupakan salah satu faktor utama yang membuat kami berada dalam situasi seperti ini. Kami kehilangan banyak poin berharga dalam pertandingan di luar kandang. Terutama, kehilangan poin-poin tersebut sering terjadi setelah kami melakoni pertandingan di kompetisi Eropa, dalam laga-laga yang pada umumnya mampu dimenangkan oleh Liverpool," ungkap Arne Slot, merujuk pada inkonsistensi yang menggerogoti ambisi tim.
Slot melanjutkan, "Bertandang ke markas Villa selalu menjadi tantangan tersendiri, namun kami telah kehilangan poin di laga tandang yang biasanya kami kuasai. Inilah salah satu alasan fundamental mengapa kami belum berhasil mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan."
Manajer asal Belanda ini juga menekankan bahwa tantangan pertama yang harus dihadapi adalah memastikan para pemain memiliki tingkat kebugaran yang lebih baik dan siap untuk bermain dengan intensitas tinggi setiap tiga hari sekali di musim mendatang. Pengalaman musim ini, di mana tim sering kali menunjukkan performa yang menjanjikan hingga menit ke-70 atau 80 namun kemudian mengendur di fase akhir pertandingan, menjadi pelajaran berharga. Kehilangan poin di menit-menit krusial inilah yang menurutnya menjadi pembeda antara tim yang berjuang untuk gelar dan tim yang tersandung di tengah jalan.
"Kami sudah mengalami ini berulang kali sepanjang musim. Periode di mana kami bermain bagus, terutama di paruh kedua pertandingan, namun performa tersebut tidak mampu dipertahankan hingga peluit akhir dibunyikan. Kehilangan energi di fase akhir pertandingan selalu berujung pada hilangnya poin, dan itu sangat merugikan," tambah Slot, menggambarkan bagaimana kehabisan bensin di akhir laga berdampak fatal pada hasil pertandingan.
Dengan demikian, fokus utama Arne Slot untuk musim depan adalah bagaimana meningkatkan daya tahan fisik dan mental tim agar mampu konsisten bermain di level tertinggi, baik di kandang maupun tandang, terutama setelah menjalani jadwal padat di kompetisi Eropa. Kegagalan mengamankan tiket Liga Champions musim ini menjadi pengingat keras bahwa perbaikan di area ini bukan sekadar opsi, melainkan sebuah keharusan mutlak bagi Liverpool untuk kembali ke jalur kejayaan. Transisi pasca-juara dan proses adaptasi pemain baru tampaknya masih menemui kendala, dan Slot bertekad untuk membenahi akar masalah yang ada, dimulai dari peningkatan performa di setiap pertandingan, tak terkecuali laga-laga tandang yang selama ini menjadi momok bagi The Reds.






