Kiprah Garuda di Thailand Open: Hanya Sepasang Ganda yang Bertahan di Babak Gugur

Darus Sinatria

Babak 16 besar Thailand Open 2026 menjadi ajang yang cukup berat bagi mayoritas kontingen bulu tangkis Indonesia. Dari delapan pasang wakil yang berlaga, hanya dua yang berhasil mengamankan tiket menuju perempat final, menyisakan enam pasang lainnya yang harus mengubur impian mereka untuk melaju lebih jauh dalam turnamen bergengsi ini. Pasangan ganda putri Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine dan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menjadi dua dari sedikit harapan tersisa bagi Merah Putih.

Perjuangan Isyana/Rinjani di Nimibutr Stadium, Bangkok, pada Kamis (14/5) dimulai dengan kemenangan gemilang atas duet Luo Yi/Wang Ting Ge asal Tiongkok. Pertandingan yang berlangsung sengit di set pertama berakhir dengan skor tipis 25-23 untuk keunggulan Isyana/Rinjani. Kepercayaan diri yang meningkat membuat mereka tampil lebih dominan di set kedua, menutup pertandingan dengan skor 21-13. Langkah mereka selanjutnya akan diuji oleh pasangan Jepang, Rin Iwanaga/Kie Nakanishi.

Tak lama berselang, Leo/Daniel melanjutkan momentum positif tersebut. Pasangan ganda putra andalan Indonesia ini juga berhasil menumbangkan wakil Tiongkok lainnya, Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi, dalam pertandingan yang relatif singkat. Hanya dalam waktu 34 menit, Leo/Daniel mengamankan kemenangan dua set langsung, 21-16 dan 21-13. Di babak perempat final, mereka dijadwalkan akan berhadapan dengan wakil tuan rumah yang patut diwaspadai, Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul.

Namun, keberhasilan dua pasangan di atas tampaknya tidak menular kepada enam wakil Indonesia lainnya yang bertanding di hari yang sama. Nasib sial justru menghampiri beberapa nama yang digadang-gadang memiliki potensi. Di nomor ganda campuran, Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu harus mengakui keunggulan pasangan Tiongkok, Zhu Yi Jun/Li Qian. Pertandingan yang berlangsung selama 39 menit ini berakhir dengan skor ketat 18-21, 21-23, menunjukkan betapa tipisnya perbedaan kualitas di antara kedua pasangan.

Sektor tunggal putri juga tidak luput dari kekecewaan. Thalita Wiryawan, yang menghadapi unggulan tuan rumah, Ratchanok Intanon, menampilkan perlawanan yang patut diapresiasi. Meskipun akhirnya harus menyerah dengan skor 16-21, 21-19, 15-21 setelah berjuang selama 67 menit, Thalita menunjukkan semangat juang yang membanggakan. Perjuangannya menunjukkan bahwa ia mampu memberikan perlawanan sengit kepada pemain sekaliber Intanon.

Di nomor tunggal putra, nasib yang serupa dialami oleh Moh. Zaki Ubaidillah. Menghadapi wakil Korea Selatan, Jeon Hyeok-jin, Zaki terlihat kesulitan mengembangkan permainannya. Kekalahan telak dengan skor 13-21, 5-21 dalam waktu 38 menit menandakan dominasi lawannya.

Kejutan pahit juga datang dari sektor ganda campuran lainnya. Pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah sempat memberikan perlawanan sengit kepada duet Tiongkok, Cheng Xing/Zhang Chi. Setelah melalui pertandingan yang melelahkan selama 69 menit, Amri/Nita harus rela takluk dengan skor 13-21, 21-17, 14-21. Pertarungan tiga set ini menunjukkan bahwa mereka mampu memberikan perlawanan, namun keberuntungan belum berpihak pada mereka.

Dua pasangan ganda campuran terakhir yang berlaga juga tidak berhasil melangkah lebih jauh. Verrell Yustin Mulia/Aisyah Pranata harus mengakui keunggulan pasangan Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje, dengan skor 9-21, 21-23. Sementara itu, Dejan Ferdinansyah/Bernadine Wardana juga takluk dari wakil Tiongkok, Gao Jia Xuan/Wei Ya Xin, dengan skor 18-21, 12-21. Kekalahan ini menegaskan dominasi beberapa negara kuat di sektor ganda campuran pada turnamen kali ini.

Hasil ini tentu menjadi evaluasi penting bagi pelatih dan tim ofisial bulu tangkis Indonesia. Meskipun hanya dua pasangan yang berhasil menembus perempat final, penampilan mereka memberikan harapan bahwa ada potensi yang terus berkembang di sektor ganda. Fokus kini beralih untuk mendukung Isyana/Rinjani dan Leo/Daniel dalam perjalanan mereka di babak selanjutnya, sembari melakukan perbaikan dan strategi untuk turnamen-turnamen mendatang. Kegagalan yang dialami sebagian besar wakil Indonesia ini harus dijadikan pelajaran berharga untuk meningkatkan performa dan mentalitas bertanding di kancah internasional. Perjuangan di Thailand Open 2026 memang belum berakhir bagi Merah Putih, namun tantangan di babak selanjutnya diprediksi akan semakin berat.

Also Read

Tags