Di tengah gemuruh mesin gokart dan sorak-sorai penonton di Sentul International Karting Circuit (SIKC), seorang pegokart muda bernama Syabil Umar Basalamah tampil memukau dalam putaran ketiga Kejurnas Karting Eshark Rok Cup 2026. Perjalanan Syabil di lintasan balap pada Minggu, 17 Mei 2026, bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan sebuah pembuktian ketangguhan mental dan bakat luar biasa yang dimiliki oleh siswa kelas 4 SD Green Montessori Jakarta Selatan tersebut.
Memulai balapan dari posisi kedelapan di antara 21 peserta, Syabil menghadapi ujian berat sejak awal. Lampu hijau menyala, menandakan dimulainya pertarungan sengit, namun insiden senggol-senggolan dengan kompetitor lain tak terhindarkan. Kejadian ini membuat Syabil terlempar ke posisi terbuncit, sebuah posisi yang biasanya sulit untuk bangkit darinya. Namun, di sinilah keistimewaan Syabil mulai terlihat. Ia tidak patah semangat. Dengan keberanian yang patut diacungi jempol, Syabil menunjukkan kelasnya sebagai pegokart potensial dengan melakukan manuver overtake satu per satu terhadap para rivalnya. Ketekunan dan keahliannya dalam mengendalikan gokart membawanya melesat menembus barisan depan, hingga akhirnya ia berhasil mengukuhkan diri sebagai juara pertama di kategori Final Mini Rok B.
Tidak hanya menguasai satu kategori, Syabil juga berhasil menorehkan prestasi gemilang lainnya dengan menempatkan diri di podium ketiga pada Final Mini Rok A. Lebih dari sekadar podium, catatan waktu yang dihasilkan Syabil di sepanjang sesi, termasuk saat sesi latihan bebas (practice), menjadi bukti dominasinya. Ia berhasil mencetak waktu tercepat di seluruh sesi yang diikutinya, menegaskan bahwa bakat dan performanya memang berada di level yang berbeda.
Performa impresif Syabil di Eshark Rok Cup 2026 putaran ketiga ini tidak hanya memberinya gelar juara, tetapi juga hadiah berharga berupa tiket otomatis untuk berlaga di grand final yang akan diselenggarakan di Italia. Prestasi ini diraih berkat predikat "Fastest of The Day Mini Rok Class" yang disematkan kepadanya, sebuah pengakuan atas kecepatan dan konsistensinya yang luar biasa.
Riadi Purnama, tuner yang bertanggung jawab atas mesin gokart Syabil, mengungkapkan rasa puasnya atas performa anak didiknya tersebut. Meskipun puas, ia menilai bahwa Syabil sebenarnya bisa meraih hasil yang lebih baik lagi di Final A, bahkan berpotensi meraih podium juara pertama, seandainya tidak ada sedikit kendala teknis yang dialami pada mesinnya. Riadi menambahkan bahwa ia melihat Syabil semakin matang dalam mengemudikan gokartnya, dan secara kemampuan, Syabil sudah setara dengan pembalap Eropa di usianya, asalkan tidak terhalang oleh kewajiban sekolah.
Senada dengan Riadi, ayah Syabil, Umar Basalamah, menjelaskan bahwa perubahan settingan menjadi kunci keberhasilan Syabil meraih posisi kelima pada sesi kualifikasi waktu (QTT). Ia mengaku heran karena pada sesi practice, Syabil selalu mencatat waktu tercepat. Umar merinci jalannya balapan: "Dari practice Syabil fastest terus. Start ke-5 finis p2 fastest lap, Pre final start p2 finish p2 fastest lagi. Final A start p2 finish p3. Mesin tiba-tiba pelan karena salah kita coba beberapa perubahan," jelas Umar. Keputusan tim untuk mengembalikan settingan seperti saat practice di Final B terbukti jitu, membawa Syabil meraih posisi pertama sekaligus fastest lap.
Syabil sendiri mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada tim yang telah mendukungnya. Ia merasa sirkuit kandang memiliki nuansa tersendiri yang spesial. Ucapan terima kasih disampaikan kepada DRM Motorsport atas setup yang optimal, Riadi Purnama yang membuat mesinnya bertenaga, serta Dicky dan Kiki, mekanik yang telah mendampingi Syabil sejak kecil. Tidak lupa, ia juga berterima kasih kepada Zed, manajer yang selalu mendampinginya dalam setiap balapan di Asia maupun Eropa.
Mohd Rohairijaz, pemilik tim DRM Motorsport, memberikan pandangannya mengenai potensi Syabil. Ia mengakui Syabil sebagai pegokart yang sangat berbakat dan potensial. Namun, untuk mencapai level profesional dan terus berkembang, Rohairijaz menekankan pentingnya Syabil untuk dapat berkompetisi secara rutin di Eropa. Hal ini akan memberikan pengalaman dan persaingan yang lebih ketat, yang merupakan kunci utama untuk peningkatan performa seorang pembalap.
Kemenangan Syabil Umar Basalamah di Eshark Rok Cup 2026 bukan hanya sekadar pencapaian individu, tetapi juga sebuah harapan dan inspirasi bagi dunia karting Indonesia. Dengan bakat yang dimiliki, dukungan tim yang solid, dan mental juara yang terus diasah, masa depan Syabil di dunia balap internasional tampak sangat cerah. Perjalanannya masih panjang, namun dengan semangat juang yang telah ia tunjukkan, tidak ada yang mustahil bagi pegokart muda berbakat ini. Ia membuktikan bahwa dengan kerja keras dan determinasi, bahkan dari posisi terlemah sekalipun, impian untuk meraih kemenangan dapat diwujudkan.






