Emosi Pasca-Kekalahan: Sang Penendang Pemain Persib Ungkap Penyesalan, Siap Terima Konsekuensi

Darus Sinatria

Sebuah insiden memilukan mewarnai akhir pertandingan antara PSM Makassar dan Persib Bandung dalam lanjutan Liga Super musim 2025/2026, Minggu (17/5/2026). Setelah tim kesayangannya takluk dramatis dengan skor 1-2 akibat gol penentu di menit-menit akhir, seorang suporter berinisial Adit nekat menerobos masuk ke lapangan dan melakukan tendangan ke arah Achmad Jufriyanto, pemain Persib. Kini, pelaku aksi tak terpuji tersebut telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan menyatakan kesiapannya untuk menerima sanksi apapun yang mungkin dijatuhkan oleh pihak PSM Makassar maupun Persib Bandung.

Adit, yang mengaku tindakannya merupakan sebuah kekhilafan dan spontanitas semata, menyampaikan penyesalan mendalam melalui platform media sosial. Ia mengakui bahwa aksinya memasuki lapangan setelah melihat sebagian suporter lain melakukan hal serupa adalah sebuah kesalahan besar yang sangat fatal. Dorongan emosi sesaat, yang dipicu oleh kekecewaan mendalam atas kekalahan tim kesayangannya, telah membuatnya kehilangan kendali dan bertindak di luar batas kewajaran.

Peristiwa yang terjadi di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, ini berawal dari ketidakpuasan sejumlah suporter PSM Makassar terhadap hasil pertandingan yang dinilai tidak adil. Kekalahan dramatis tersebut memicu kemarahan dan frustrasi yang berujung pada invasi lapangan oleh ratusan penonton. Di tengah kekacauan tersebut, Adit menjadi salah satu yang memberanikan diri turun ke lapangan dan secara langsung melakukan kontak fisik dengan salah satu pemain lawan.

Dalam pernyataannya, Adit secara eksplisit menyampaikan permohonan maafnya kepada semua pihak yang merasa dirugikan, terutama kepada seluruh jajaran staf, pemain, pelatih, serta para pecinta klub Persib Bandung. Ia mengakui bahwa tindakannya tersebut tidak dapat dibenarkan dan sangat disesalkan. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sebelum melakukan tindakan tersebut, ia memang melihat beberapa suporter lain sudah memasuki lapangan, yang kemudian memicu dirinya untuk ikut serta, tanpa sepenuhnya menyadari konsekuensi dari perbuatannya. Ia kembali menekankan bahwa tendangan yang dilakukannya kepada Achmad Jufriyanto adalah murni aksi spontan yang tidak direncanakan.

Insiden memalukan ini tidak hanya berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi individu yang bersangkutan, tetapi juga dapat menyeret klub PSM Makassar ke dalam sanksi berat. Mengingat preseden serupa yang pernah terjadi dalam playoff promosi Championship 2025/2026, di mana Komite Disiplin PSSI menjatuhkan hukuman larangan bermain tanpa penonton selama satu musim penuh kepada Persipura Jayapura, PSM Makassar pun terancam menghadapi konsekuensi serupa. Adit, dengan identitasnya yang kini telah terungkap ke publik, juga berisiko mendapatkan sanksi individu yang tegas.

Meskipun demikian, Adit berharap agar PSM Makassar tidak ikut menanggung beban berat akibat tindakan emosionalnya. Ia menegaskan bahwa aksinya murni didorong oleh luapan emosi pribadi dan tidak mencerminkan tindakan yang disengaja oleh pihak manapun, termasuk kelompok suporter PSM. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada sesama suporter PSM Makassar, mengakui ketidaktahuannya mengenai aturan-aturan yang berlaku, serta meminta maaf kepada publik pecinta sepak bola atas rusaknya citra kebanggaan kota dan klub akibat perilakunya.

Lebih jauh, Adit memberikan klarifikasi mengenai statusnya sebagai suporter. Ia menyatakan bahwa dirinya bukanlah bagian dari skuad suporter manapun dan bertindak sebagai individu semata. Tiket pertandingan yang digunakannya pun didapatkannya dari seorang teman. Oleh karena itu, ia sepenuhnya menyerahkan penyelesaian masalah ini kepada otoritas terkait, yaitu Persib Bandung dan PSM Makassar, serta pihak berwenang lainnya yang menangani kasus ini. Sikap pasrah ini menunjukkan kesadaran Adit akan kesalahannya dan keinginannya untuk bertanggung jawab atas perbuatannya, apapun konsekuensinya. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya menjaga sportivitas dan mengendalikan emosi dalam setiap pertandingan, baik bagi pemain, ofisial, maupun para penonton di stadion.

Also Read

Tags