Perjalanan ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah, di ajang bergengsi Thailand Open 2026 baru saja dimulai dengan kemenangan dramatis. Setelah melalui pertarungan sengit tiga gim melawan pasangan Prancis, Julien Maio dan Lea Palermo, di Nimibutr Stadium, Bangkok, pada Rabu (13/5/2026), Amri/Nita berhasil melaju ke babak kedua. Namun, kemenangan ini bukannya tanpa evaluasi, justru menjadi bahan pembelajaran berharga untuk menghadapi lawan yang lebih tangguh di fase berikutnya.
Pertandingan pembuka melawan wakil Prancis tersebut berlangsung selama 64 menit dan berakhir dengan skor 17-21, 22-20, dan 21-8 untuk keunggulan Amri/Nita. Di gim pertama, pasangan Indonesia ini terlihat kesulitan menemukan ritme permainan mereka. Amri mengungkapkan bahwa adanya keraguan dalam komunikasi di lapangan menjadi biang keladi hilangnya poin berharga. Ia menjelaskan bahwa seringkali terjadi kebingungan mengenai siapa yang seharusnya mengambil bola, antara dirinya dan Nita. Ketidakpastian ini dimanfaatkan dengan baik oleh pasangan Prancis yang secara konsisten menempatkan bola di area tengah lapangan, yang membuat Amri dan Nita merasa canggung dan kehilangan momentum. Situasi ini menjadi cerminan pentingnya keselarasan dan kepercayaan diri dalam setiap pergerakan di lapangan, terutama di level kompetisi internasional.
Namun, semangat juang dan kemampuan adaptasi Amri/Nita patut diacungi jempol. Memasuki gim kedua, mereka berhasil mengatasi masalah komunikasi yang sempat menghantui. Perbaikan dalam koordinasi dan pemahaman antar pemain membawa perubahan signifikan dalam performa mereka. Kemenangan di gim kedua tidak hanya menyamakan kedudukan, tetapi juga membangkitkan kembali kepercayaan diri dan tekad untuk memenangkan pertandingan. Amri menambahkan bahwa di gim ketiga, perubahan paling krusial adalah peningkatan determinasi. Mereka kembali menemukan hasrat untuk meraih kemenangan, yang tercermin dalam permainan yang lebih berani dan fokus. Sejak awal gim ketiga, Amri dan Nita berusaha meyakinkan diri bahwa mereka memiliki keunggulan yang bisa dimanfaatkan untuk mengakhiri pertandingan.
Di sisi lain, Nita mengakui bahwa pasangan Prancis yang mereka hadapi merupakan lawan yang gigih dengan pertahanan yang solid dan sulit ditembus. Ia menyadari bahwa mereka kurang mengantisipasi dengan baik keunggulan lawan, terutama dalam hal ketahanan bola. Pengalaman ini dianggap sebagai pelajaran penting yang akan mereka bawa dalam menghadapi pertandingan selanjutnya. Kegigihan lawan dan momen-momen krusial yang terjadi menjadi bahan introspeksi yang berharga, yang akan memandu mereka dalam mempersiapkan strategi untuk lawan yang akan datang.
Di babak 16 besar Thailand Open, Amri/Nita sudah ditunggu oleh pasangan ganda campuran asal Tiongkok, Cheng Xing dan Zhang Chi. Pertemuan sebelumnya dengan pasangan Tiongkok ini di babak semifinal Swiss Open tahun ini berakhir dengan kekalahan bagi Amri/Nita. Skor 21-14, 15-21, dan 13-21 menjadi catatan penting yang harus menjadi perhatian khusus. Mengetahui kekuatan dan gaya bermain lawan yang akan dihadapi, Nita menekankan perlunya kesabaran ekstra dan permainan yang lebih aman dalam pertandingan berikutnya. Ia juga menegaskan bahwa memasuki lapangan, mereka tidak boleh lagi bermain ragu-ragu atau "meraba-raba". Keyakinan diri dan keinginan untuk menang yang lebih besar harus menjadi pondasi utama dalam setiap pukulan dan pergerakan.
"Besok harus lebih sabar, lebih safe dan masuk lapangan tidak boleh meraba-raba lagi. Harus yakin, tekad menangnya dibesarkan lagi," ujar Nita, menggarisbawahi pentingnya perubahan mental dan pendekatan strategis dalam menghadapi ganda Tiongkok yang dikenal memiliki permainan yang kuat dan terorganisir. Laga melawan Cheng Xing/Zhang Chi ini diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Amri/Nita untuk membuktikan peningkatan kualitas mereka setelah mengatasi rintangan awal di Thailand Open.
Kemenangan di gim pertama yang diraih dengan susah payah, ditambah dengan momen-momen ketegangan dalam komunikasi, menjadi sebuah paradoks yang menarik. Di satu sisi, hal tersebut menunjukkan adanya celah yang perlu segera diperbaiki. Namun, di sisi lain, kemampuan mereka untuk bangkit, melakukan evaluasi diri, dan kembali menemukan ritme permainan di gim-gim berikutnya menunjukkan mentalitas juara yang mulai terbentuk. Perjuangan melawan pasangan Prancis ini bukan hanya tentang meraih tiket ke babak selanjutnya, tetapi lebih kepada proses pembelajaran dan penguatan diri sebelum menghadapi tantangan yang jauh lebih berat.
Kehadiran Amri/Nita di babak kedua Thailand Open 2026 ini menjadi harapan baru bagi bulu tangkis Indonesia. Dengan pengalaman yang terus terakumulasi dan semangat pantang menyerah, mereka bertekad untuk memberikan perlawanan terbaik di setiap pertandingan. Pertemuan dengan ganda Tiongkok yang telah memiliki rekam jejak yang cukup baik akan menjadi panggung pembuktian bagi Amri dan Nita, apakah mereka mampu meredam kekuatan lawan dan melanjutkan langkah mereka menuju podium juara. Evaluasi dari pertandingan awal ini, termasuk peningkatan komunikasi dan keyakinan diri, akan menjadi kunci utama dalam strategi mereka menghadapi Cheng Xing/Zhang Chi. Perjalanan masih panjang, namun semangat juang yang ditunjukkan Amri/Nita memberikan optimisme tersendiri bagi para pecinta bulu tangkis Indonesia.






