Kelenjar tiroid, sebuah organ kecil berbentuk kupu-kupu yang terletak di leher, memiliki peran penting layaknya pengatur suhu dalam sistem rumah pintar mengatur suhu metabolisme dan mengelola cadangan energi tubuh. Namun, ketika ia tidak bekerja sebagaimana mestinya, perubahan pada tubuh bisa sangat halus di awal, meski perlahan dapat berdampak besar terhadap kesehatan secara menyeluruh.
Menurut laporan dari Hindustan Times, yang dirilis pada Sabtu (7/6), kesehatan kelenjar tiroid biasanya terganggu dalam dua bentuk: hipotiroidisme dan hipertiroidisme. Dalam penjelasan Dr. Abhijit Bhograj, seorang konsultan endokrinologi di Manipal Hospital Hebbal, ia menyatakan bahwa kondisi hipotiroidisme membuat kerja tubuh menjadi lamban, sementara hipertiroidisme justru mempercepat ritme kerja tubuh hingga kadang sangat ekstrem.
“Jika melihat tiga atau lebih gejala ini terus berlanjut dari waktu ke waktu, sebaiknya Anda menjalani evaluasi hormon tiroid yang meliputi kadar T3, T4, dan TSH,” kata Bhograj.
Sinyal Dini dari Tiroid Kurang Aktif
Hipotiroidisme adalah kondisi ketika mesin pengatur metabolisme dalam tubuh bekerja lebih pelan dari biasanya karena produksi hormon tiroid tidak mencukupi. Layaknya baterai yang mulai lemah, gejala awalnya bisa berupa kelelahan terus-menerus meskipun seseorang sudah cukup tidur sepanjang malam.
Selain rasa lelah berkepanjangan, banyak penderita mengalami kerontokan rambut atau rambut yang tampak semakin tipis. Kulit mereka pun bisa menjadi kasar atau kering meski sudah diberikan perawatan rutin.
Rasa nyeri di otot atau sendi tanpa penyebab jelas juga menjadi salah satu keluhan umum, begitu pula dengan sistem pencernaan yang menjadi lambat, ditandai dengan sembelit. Pola tidur pun bisa terganggu, seperti tidur terlalu lama namun tetap merasa kurang segar.
Kondisi ini juga dapat membawa perubahan fisik lain seperti peningkatan berat badan yang tak dapat dijelaskan, perasaan dingin yang lebih sering dibanding orang lain di lingkungan yang sama, serta siklus menstruasi yang tidak stabil atau lebih berat dari biasanya.
Tak hanya aspek fisik, sisi emosional pun bisa terkena dampaknya. Banyak penderita merasa murung, mengalami depresi, dan sulit merasa bahagia bahkan saat menjalani terapi sekalipun.
Tanda Awal dari Tiroid yang Terlalu Aktif
Bertolak belakang dari hipotiroidisme, hipertiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid bekerja terlalu giat dan menghasilkan hormon berlebih. Kondisi ini membuat laju metabolisme tubuh seperti mobil yang terus melaju kencang tanpa pedal rem.
Salah satu gejala utamanya adalah penurunan berat badan secara cepat atau tanpa sebab yang jelas, meskipun nafsu makan tetap baik, bahkan meningkat.
Penderita hipertiroidisme juga sering kali merasakan ketidaknyamanan terhadap suhu panas. Mereka berkeringat berlebihan dan merasa terlalu hangat di malam hari, bahkan saat lingkungan tidak panas.
Detak jantung yang cepat atau tidak beraturan menjadi fenomena yang umum, serta perasaan cemas, mudah marah, dan sering bolak-balik ke toilet karena peningkatan frekuensi buang air besar.
Beberapa orang juga mengalami tremor ringan, yaitu getaran halus yang tampak pada tangan, menambah deretan tanda-tanda bahwa tiroid mereka mungkin sedang berada di luar kendali.
Mengenali tanda-tanda awal dari gangguan tiroid dapat menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang. Seperti sinyal peringatan di dashboard kendaraan, tubuh kita memberi isyarat saat sesuatu tak berjalan sebagaimana mestinya. Penting untuk mendengarkan dan menindaklanjutinya sebelum masalah berkembang menjadi lebih serius.






