Perekonomian Tiongkok menunjukkan ketangguhannya di tengah terpaan badai ekonomi, baik dari dalam negeri maupun tekanan global yang terus meningkat.
Hal ini diungkapkan oleh juru bicara Biro Statistik Nasional China (National Bureau of Statistics/NBS), Fu Linghui, dalam konferensi pers pada Senin (19/5).
Dalam pernyataannya, Fu menegaskan bahwa secara mendasar, arah pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu masih menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan.
Ia juga menyebutkan bahwa ada beragam faktor pendukung yang memperkuat jalur pemulihan ekonomi secara bertahap.
Salah satu indikator yang mencerminkan daya beli masyarakat, yakni penjualan barang konsumsi, mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,1 persen dibandingkan April tahun sebelumnya, dengan total transaksi mencapai 3,72 triliun yuan.
Angka ini menunjukkan geliat positif konsumsi domestik, yang menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Data akumulatif dari Januari hingga April menunjukkan bahwa penjualan ritel produk konsumsi meningkat 4,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sedikit lebih tinggi dibandingkan laju kenaikan 4,6 persen pada kuartal pertama. Hal ini menandakan adanya percepatan laju konsumsi di kuartal kedua.
Di sektor jasa, indeks produksi tumbuh sebesar 5,9 persen selama empat bulan pertama tahun ini, sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada triwulan pertama.
Peningkatan ini memperlihatkan bahwa sektor jasa tetap menjadi kontributor signifikan terhadap ekspansi ekonomi China.
Volume perdagangan internasional China juga mencatatkan kinerja yang menjanjikan. Pada April saja, total nilai ekspor dan impor barang mencapai 3,84 triliun yuan, tumbuh 5,6 persen secara tahunan.
Sementara dari Januari hingga April, perdagangan umum tumbuh sebesar 0,6 persen, mencerminkan 64 persen dari total keseluruhan transaksi perdagangan internasional China.
Perusahaan swasta juga menunjukkan geliat yang kuat dalam ekspor dan impor. Selama empat bulan pertama tahun ini, perusahaan-perusahaan non-pemerintah tersebut mengalami peningkatan aktivitas perdagangan sebesar 6,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pangsa mereka dalam total perdagangan mencapai 56,9 persen, meningkat 2,3 poin persentase dari periode yang sama tahun lalu.
Investasi pada aset tetap, yang mencerminkan belanja modal jangka panjang, meningkat sebesar 4 persen secara tahunan selama Januari hingga April.
Total nilai investasi ini mencapai 14,7 triliun yuan. Bila tidak memasukkan sektor properti, pertumbuhan investasi aset tetap bahkan mencapai 8 persen.
Di sektor infrastruktur, investasi tumbuh 5,8 persen, sedangkan sektor manufaktur mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi, yakni sebesar 8,8 persen.
Kedua sektor ini menjadi penggerak utama dalam memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang.
Program tukar tambah barang konsumsi yang dicanangkan pemerintah memberikan hasil positif. Penjualan peralatan rumah tangga dan sistem audio melonjak hingga 38,8 persen hanya dalam satu bulan.
Di saat yang sama, barang-barang yang berkaitan dengan kegiatan budaya dan kantor meningkat 33,5 persen.
“Pada April, penjualan retail gabungan barang-barang konsumen yang terkait dengan tukar tambah, termasuk peralatan rumah tangga dan peralatan audiovisual, perlengkapan budaya dan perkantoran, furnitur, peralatan komunikasi, serta bahan bangunan dan dekorasi, berkontribusi pada peningkatan 1,4 poin persentase dalam total penjualan retail barang-barang konsumen,” kata Fu.
Sektor manufaktur berteknologi tinggi menunjukkan performa gemilang dengan pertumbuhan 10 persen pada April, melampaui rata-rata industri secara keseluruhan sebesar 3,9 poin persentase.
Ini menunjukkan bahwa sektor teknologi menjadi roda penggerak utama dalam transisi ekonomi menuju industri bernilai tambah tinggi.
Fu juga mencatat bahwa transformasi ke arah pembangunan berbasis teknologi pintar dan ramah lingkungan semakin kuat. Salah satu indikatornya adalah lonjakan nilai tambah dalam produksi kendaraan udara nirawak (UAV) cerdas yang melonjak 74,2 persen pada April.
Sementara itu, produksi kendaraan energi baru (NEV) juga meningkat 38,9 persen dalam periode yang sama.
“Terobosan di bidang teknologi canggih seperti model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) skala besar dan robot humanoid akan lebih lanjut mendorong peningkatan dan pengembangan industri,” kata Fu.
Dengan sejumlah faktor yang mendukung, ekonomi China diproyeksikan akan tetap berada di jalur yang stabil dan berkelanjutan.
Kepercayaan terhadap keberlanjutan pertumbuhan tersebut juga didorong oleh meredanya tensi tarif antara China dan Amerika Serikat.
Dia menambahkan bahwa penurunan tarif bilateral yang signifikan antara China dan Amerika Serikat bermanfaat bagi pertumbuhan perdagangan kedua negara dan pemulihan ekonomi global.
Kendati demikian, Fu tak menutup mata terhadap dinamika global yang kian kompleks. Ia menyebut bahwa tren unilateralisme dan proteksionisme yang kian menguat menjadi penghambat nyata bagi kelancaran arus perdagangan global dan turut memperlambat laju pertumbuhan dunia.
“Namun, tren kerja sama internasional untuk hasil yang saling menguntungkan (win-win) tidak akan berubah, dan komitmen China untuk memperluas keterbukaannya akan tetap kuat,” katanya.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, upaya Negeri Tirai Bambu untuk memperluas dan memperkaya pasar ekspornya tetap menunjukkan konsistensi.
Sejumlah kebijakan perdagangan luar negeri yang telah diterapkan mulai membuahkan hasil positif dan akan terus menopang pertumbuhan sektor perdagangan China.






