Bangkit dari Keterpurukan: Ginting Bertekad Rebut Kembali Posisi Elite Dunia

Darus Sinatria

Perjalanan Anthony Sinisuka Ginting di kancah bulu tangkis profesional menghadapi fase krusial. Setelah mengalami penurunan peringkat akibat cedera yang sempat menghambat performanya, pebulu tangkis tunggal putra kebanggaan Indonesia ini menancapkan tekad kuat untuk kembali merangsek ke jajaran elit dunia. Target ambisius Ginting di penghujung tahun ini adalah menembus peringkat 20 besar dunia.

Saat ini, Ginting menduduki peringkat ke-44 dalam daftar peringkat BWF per tanggal 26 Mei 2026. Posisinya ini masih tertinggal jauh dibandingkan beberapa rekan sesama Indonesia. Jonatan Christie, misalnya, menempati peringkat kelima, sementara dua juniornya, Alwi Farhan dan Moh. Zaki Ubaidillah, berada di urutan ke-13 dan ke-36 secara berurutan. Jika Ginting tidak mampu memperbaiki hasil-hasilnya di berbagai turnamen internasional, tren penurunan peringkat ini dikhawatirkan akan terus berlanjut. Sejauh ini, pencapaian terbaik Ginting pasca pulih dari cedera adalah mencapai babak semifinal Swiss Open.

Menyadari posisinya saat ini, Ginting mengungkapkan bahwa prioritas utamanya di sisa tahun ini adalah berusaha semaksimal mungkin untuk kembali masuk dalam 20 besar dunia. Ia mengakui bahwa pemulihan kepercayaan diri menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapinya. Cedera yang sempat dialami, serta hasil yang kurang memuaskan di beberapa turnamen awal, diakuinya cukup memengaruhi mental bertandingnya.

"Target saya pastinya ingin berusaha semaksimal mungkin untuk kembali masuk 20 besar dunia di tahun ini hingga akhir tahun," ujar Ginting saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur. Ia menambahkan bahwa ada beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terlebih dahulu di Jakarta. Ia tidak menampik bahwa cedera yang sempat dialaminya, ditambah dengan kekalahan di babak-babak awal turnamen, memang sedikit mengikis kepercayaan dirinya. Oleh karena itu, ia terus berupaya untuk melawan rasa ragu tersebut dan menanamkan pikiran positif dalam dirinya setiap hari.

"Untungnya, cedera saya sudah berangsur membaik. Hal-hal non-teknis seperti ini memang sangat memengaruhi performa dan kemampuan untuk terus berkembang," jelas Ginting. Ia menekankan bahwa pemulihan mental dan kepercayaan diri sama pentingnya dengan aspek teknis dalam permainan bulu tangkis.

Kondisi peringkat yang menurun ini secara otomatis membatasi pilihan Ginting dalam mengikuti berbagai turnamen internasional. Ia kini hanya dapat mengikuti ajang-ajang yang masuk dalam kategori Super 500 ke bawah. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, ia terpaksa harus memulai perjalanannya dari babak kualifikasi. Padahal, turnamen dengan level yang lebih tinggi, seperti Super 750 atau Super 1000, menawarkan poin peringkat yang jauh lebih besar.

"Memang dengan peringkat saya saat ini, pilihan turnamen menjadi sangat terbatas. Untuk mengikuti turnamen Super 750 atau Super 1000, posisi saya mungkin hanya masuk sebagai pemain cadangan. Contohnya di Indonesia Open kali ini, posisi terakhir saya di urutan kelima atau keenam. Jadi, fokus saya memang harus ke turnamen Super 300 hingga Super 500 terlebih dahulu," ungkap pemain berusia 29 tahun tersebut.

Ginting menjelaskan bahwa keikutsertaannya di turnamen level Super 300 dan Super 500 memiliki dua tujuan utama. Pertama, untuk mendongkrak peringkatnya kembali ke posisi yang lebih baik. Kedua, dan yang tak kalah penting, adalah untuk membangun kembali kepercayaan dirinya di lapangan. Ia menyadari bahwa jika langsung bertanding di turnamen Super 750 atau Super 1000, ia akan berhadapan langsung dengan pemain-pemain top dunia sejak dini.

"Makanya, selain mengembalikan kepercayaan diri di lapangan, saya juga ingin membuktikan bahwa apa yang telah saya latih selama di Jakarta ini bisa saya terapkan dengan baik dan penuh keyakinan. Saya ingin bermain lepas tanpa beban," ujar Ginting. Ia menambahkan bahwa keinginan pribadi untuk bisa meraih gelar juara di turnamen Super 300 sudah ada. Dari situ, ia berharap bisa melanjutkan tren positifnya ke turnamen Super 500 dan seterusnya. Namun, ia menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah pada latihan dan persiapan yang telah ia jalani di Jakarta.

"Pasti ada target dan keinginan pribadi. Mungkin di turnamen level 300 saya ingin bisa meraih gelar juara terlebih dahulu, lalu perlahan-lahan naik ke level 500 dan seterusnya. Namun, yang terpenting adalah fokus pada latihan yang sudah dilakukan di Jakarta ini dan semua persiapan yang matang," pungkas Ginting. Perjalanan Ginting untuk kembali ke peta persaingan papan atas dunia memang tidak akan mudah, namun dengan tekad yang kuat dan fokus yang tepat, ia optimis dapat meraih kembali performa terbaiknya.

Disclaimer

This article was rewritten using AI technology based on information from sport.detik.com without altering the facts of the original article.

Also Read

Tags