Kekecewaan Fans Milan Memuncak: Zlatan Ibrahimovic Jadi Sasaran Kemarahan

Darus Sinatria

AC Milan mengakhiri musim Serie A dengan catatan yang jauh dari memuaskan. Kegagalan menembus zona Liga Champions, yang merupakan target utama, ditambah tersingkir dini dari Coppa Italia, memicu kemarahan besar di kalangan suporter setia klub. Puncaknya, tuntutan perubahan manajemen meluas hingga menyasar figur penting yang sebelumnya dianggap sebagai penyelamat: Zlatan Ibrahimovic.

Musim 2023/2024 menjadi periode yang kelam bagi Rossoneri. Di pekan terakhir liga, kekalahan kandang 1-2 dari Cagliari memastikan Milan harus puas menduduki peringkat kelima klasemen Serie A dengan raihan 79 poin. Posisi ini hanya terpaut satu angka dari tim peringkat keempat, yang berarti tiket menuju kompetisi antarklub Eropa paling bergengsi, Liga Champions, tertutup rapat. Rentetan hasil buruk ini semakin mengukuhkan kegagalan Milan bersaing dengan rival sekota, Inter Milan, dalam perburuan Scudetto musim ini.

Menanggapi performa yang jauh dari ekspektasi ini, RedBird Capital, pemilik baru AC Milan, mengambil langkah tegas. Massimiliano Allegri, sang pelatih, bersama sejumlah petinggi klub yang dianggap gagal memenuhi target, termasuk Direktur Olahraga Igli Tare, CEO Giorgio Furlani, dan Direktur Teknik Geoffrey Moncada, diberhentikan dari jabatannya. Keputusan ini diambil lantaran mereka dinilai tidak mampu mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan oleh RedBird sejak awal musim bergulir.

Dalam situasi yang krusial ini, Gary Cardinale, CEO RedBird Capital, menunjuk Zlatan Ibrahimovic untuk memegang kendali operasional klub untuk sementara waktu. Mantan penyerang legendaris Swedia itu diberikan mandat penuh untuk mencari figur pelatih baru yang mampu menggantikan Allegri, serta mengisi kekosongan posisi direktur yang ditinggalkan. Kabar mengenai penunjukan Ibrahimovic ini semakin menguat setelah ia terlihat melakukan pertemuan intensif dengan Cardinale di sebuah hotel tak lama setelah pengumuman pemecatan Allegri dan para petinggi lainnya.

Namun, langkah RedBird yang memberikan kepercayaan besar kepada Ibrahimovic justru memicu gelombang protes dari kelompok ultras AC Milan. Para pendukung garis keras ini merasa bahwa Ibrahimovic juga memiliki andil besar atas merosotnya performa tim sepanjang musim. Mereka menilai bahwa Ibrahimovic, yang menjabat sebagai penasihat klub, terlalu banyak mencampuri urusan teknis tim, termasuk dalam pengambilan keputusan terkait taktik permainan dan strategi transfer pemain.

Kemarahan ultras memuncak hingga mereka memutuskan untuk mendatangi markas besar klub, Casa Milan. Di sana, mereka secara tegas menyuarakan aspirasi mereka dengan memasang sebuah spanduk berukuran besar yang berisi tuntutan agar Ibrahimovic segera meninggalkan jabatannya. Pesan yang tertulis dalam spanduk tersebut sangat lugas dan tidak menyisakan ruang untuk tafsir: "Tidak ada yang boleh bertahan: Keluarkan Ibra sekarang juga."

Meskipun tuntutan para ultras ini sangat keras, kemungkinan besar akan sulit untuk segera diwujudkan. Hal ini dikarenakan Gary Cardinale menunjukkan tingkat kepercayaan yang sangat tinggi kepada Zlatan Ibrahimovic. Cardinale tampaknya melihat potensi besar dalam peran Ibrahimovic untuk melakukan restrukturisasi dan membawa AC Milan kembali ke jalur kejayaannya. Pertanyaan besar kini menggantung di udara: mampukah Ibrahimovic membuktikan kapasitasnya dan mengembalikan performa Rossoneri di musim mendatang, ataukah ia akan menjadi korban dari tuntutan keras para pendukung setianya? Waktu yang akan menjawab nasib legenda Swedia ini di San Siro.

Disclaimer

This article was rewritten using AI technology based on information from oto.detik.com without altering the facts of the original article.

Also Read

Tags