Musim Serie A 2025/2026 berakhir dengan sebuah tontonan sengit yang menyajikan enam gol antara Bologna dan Inter Milan. Pertandingan yang digelar di Stadion Renato Dall’Ara pada Sabtu malam (24/5/2026) waktu setempat, menjadi saksi bisu perjuangan kedua tim yang saling membalas serangan. Meskipun Inter Milan telah mengamankan gelar juara jauh sebelum laga ini, mereka tetap menurunkan sebagian skuat intinya, termasuk nama-nama seperti Lautaro Martinez, Nicolo Barella, dan Federico Dimarco. Keputusan ini menunjukkan profesionalisme tim yang berjuluk Nerazzurri tersebut, meskipun beberapa pemain kunci seperti Hakan Calhanoglu, Marcus Thuram, Manuel Akanji, dan Denzel Dumfries diistirahatkan.
Pertandingan baru berjalan beberapa menit, Inter Milan yang tampil menekan sejak awal justru berhasil membuka keunggulan. Pada menit ke-21, sebuah tendangan bebas yang dieksekusi dengan cermat oleh Federico Dimarco berhasil merobek jala gawang Bologna. Bola meluncur indah ke sudut kiri atas, tak mampu dijangkau oleh penjaga gawang tuan rumah. Namun, euforia keunggulan Inter tidak bertahan lama. Hanya berselang tiga menit, Bologna berhasil menyamakan kedudukan. Sebuah kemelut di depan gawang Inter dimanfaatkan dengan baik oleh Federico Bernardeschi yang sigap menyambar bola liar, menjadikan skor imbang 1-1.
Momentum berbalik bagi Bologna di menit ke-41. Tommaso Pobega menjadi aktor utama yang membawa timnya berbalik unggul. Sebuah tendangan voli dari Pobega, yang sempat memantul ke arah Petar Sucic dan Lautaro Martinez sebelum akhirnya masuk ke gawang yang dijaga oleh Josef Martinez, sukses merubah papan skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Bologna. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan tim tuan rumah.
Memasuki babak kedua, Bologna semakin memperlebar jarak di menit ke-47. Ironisnya, gol ketiga Bologna lahir dari bunuh diri pemain Inter Milan, Piotr Zielinski. Saat mencoba memotong umpan silang dari pemain Bologna, Zielinski justru salah mengantisipasi dan bola malah masuk ke gawangnya sendiri. Skor 3-1 membuat Inter Milan menghadapi tugas berat untuk mengejar ketertinggalan.
Namun, mental juara Inter Milan tidak lantas runtuh. Skuat asuhan Simone Inzaghi ini terus berupaya membalas. Pada menit ke-64, Inter berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol Pio Esposito. Berawal dari aksi individu Andy Diouf yang impresif, ia berhasil melepaskan tendangan keras ke arah gawang. Meskipun sempat ditepis oleh kiper Bologna, bola muntah dengan cepat disambar oleh Pio Esposito yang berada di posisi tepat untuk mencocor bola ke dalam gawang. Skor berubah menjadi 3-2.
Perjuangan Inter Milan untuk setidaknya meraih hasil imbang membuahkan hasil di menit ke-83. Andy Diouf kembali menjadi sorotan, kali ini ia berhasil mencetak gol penyeimbang. Menerima umpan terukur dari Luka Topalovic, Diouf dengan tenang mengontrol bola sejenak sebelum melepaskan tendangan voli yang tak dapat dihalau oleh kiper Bologna. Gol tersebut mengakhiri pertandingan dengan skor imbang 3-3.
Dengan hasil imbang ini, Inter Milan menutup musim Serie A 2025/2026 dengan total 87 poin dari 38 pertandingan, kokoh di puncak klasemen. Sementara itu, Bologna mengakhiri kompetisi di posisi kedelapan dengan mengoleksi 56 poin. Pertandingan ini menjadi bukti bahwa semangat juang dan determinasi dapat mengubah jalannya laga, bahkan bagi tim yang telah meraih gelar juara.
Meskipun pertandingan ini tidak memiliki implikasi signifikan terhadap perebutan gelar juara, baik Bologna maupun Inter Milan tetap menampilkan performa terbaik mereka. Bologna, yang tampil tanpa beban, mampu memberikan perlawanan sengit dan bahkan sempat unggul dua kali. Sementara itu, Inter Milan menunjukkan kedalaman skuat dan mentalitas juara mereka dengan mampu bangkit dari ketertinggalan dua gol.
Secara keseluruhan, laga penutup musim ini menyajikan hiburan yang luar biasa bagi para penggemar sepak bola. Pertarungan enam gol tersebut menjadi gambaran menarik dari dinamika Serie A musim ini, di mana persaingan ketat terjadi di berbagai lini klasemen. Inter Milan, dengan gelar juaranya, membuktikan bahwa mereka adalah tim yang konsisten dan memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi. Sementara itu, Bologna menunjukkan potensi yang menjanjikan dan dapat menjadi batu sandungan bagi tim-tim besar di musim mendatang.
Susunan pemain kedua tim dalam pertandingan yang penuh drama ini adalah sebagai berikut: Bologna menurunkan komposisi pemain yang terdiri dari Skorupski di bawah mistar gawang, didukung oleh lini pertahanan yang dihuni De Silvestri, Helland, Lucumi, dan Miranda. Lini tengah diisi oleh Ferguson, Freuler, dan Pobega, yang bertugas menyuplai bola kepada trio penyerang Bernardeschi, Castro, dan Rowe. Di kubu Inter Milan, Josef Martinez berdiri di bawah mistar, di depannya ada Bisseck, De Vrij, dan Carlos Augusto di lini belakang. Lini tengah diisi oleh Diouf, Barella, Zielinski, Sucic, dan Dimarco, sementara lini serang dipercayakan kepada Pio Esposito dan Lautaro Martinez. Pertandingan ini, meskipun berakhir imbang, tetap meninggalkan kesan mendalam bagi para penikmat sepak bola Serie A.






