Presiden terpilih, Prabowo Subianto, telah mengutarakan keinginannya kepada PT Pindad untuk merancang sebuah kendaraan kepresidenan yang revolusioner. Permintaan ini berawal dari pengamatan Prabowo saat kunjungan ke masyarakat, di mana ia merasa penting untuk hadir lebih dekat dan berinteraksi langsung dengan rakyat yang antusias menyambutnya. Ia menginginkan sebuah mobil yang memungkinkan dirinya untuk berdiri dan menyapa warga secara lebih terbuka, berbeda dengan mobilitas kendaraan kepresidenan konvensional yang cenderung tertutup. Konsep utama yang diinginkan adalah kendaraan dengan elemen kaca yang dominan, memungkinkan visibilitas yang lebih baik antara Presiden dan masyarakat.
Dalam sebuah pidato yang disampaikan di Nganjuk, Jawa Timur, saat acara peresmian seribu lebih Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Prabowo mengisahkan pengalamannya saat bertemu langsung dengan warga. Ia melihat kerumunan masyarakat yang rela berdesakan di tepi jalan, menunggu kehadiran pemimpin mereka. Prabowo merasa bahwa tidak pantas jika seorang Presiden hanya berada di dalam kendaraan tanpa bisa memberikan respons balik terhadap antusiasme rakyat tersebut. Ia bahkan menyampaikan secara humoris tentang pengalaman menyalami tangan-tangan warga yang kuat, kemungkinan karena mayoritas masyarakat yang ditemui berprofesi sebagai petani. Pengalaman ini memicu pemikirannya untuk mencari solusi agar bisa lebih terhubung dengan rakyat, bahkan di usianya yang sudah memasuki 75 tahun.
"Saya melihat rakyat begitu antusias keluar ke jalan, masa Presiden hanya berada di dalam kendaraan? Itu tentu tidak akan memberikan kesan yang baik," ujar Prabowo dalam pidatonya. Ia menambahkan bahwa demi bisa merespons uluran tangan warga, ia terpaksa harus berdiri di dalam kendaraan. Pengalaman ini, meskipun memberinya kedekatan emosional, juga memunculkan tantangan fisik. "Saya berpikir, bagaimana kalau kita minta Pindad, khususnya Profesor Sigit selaku Direktur Utama, untuk mendesain mobil khusus kepresidenan yang memiliki elemen kaca besar. Mobil ini tetap nyaman, namun memungkinkan saya untuk berdiri dan menyapa masyarakat dengan lebih leluasa. Bukankah itu sebuah ide yang menarik, apalagi mengingat usia saya yang sudah tidak muda lagi," jelasnya.
Menanggapi arahan dari Presiden terpilih, Direktur Utama PT Pindad (Persero), Sigit Puji Santosa, memberikan konfirmasi bahwa pihaknya siap sepenuhnya untuk merealisasikan konsep mobil kepresidenan yang transparan seperti yang diutarakan oleh Prabowo. Sigit menegaskan bahwa permintaan tersebut datang langsung dari Presiden Prabowo, dan Pindad akan segera menindaklanjutinya dengan mempersiapkan desain yang sesuai.
"Kami siap, kami akan siapkan," tegas Sigit ketika dikonfirmasi. Ia menambahkan bahwa PT Pindad memiliki kapabilitas dan sumber daya untuk mewujudkan permintaan tersebut. Namun, Sigit belum bisa merinci lebih lanjut mengenai detail spesifikasi teknis maupun estimasi waktu penyelesaian proyek inovatif ini. "Tunggu saja saatnya nanti, kami sedang mempersiapkannya," pungkas Sigit.
Saat ini, Presiden Republik Indonesia memang telah menggunakan kendaraan kepresidenan yang diproduksi oleh PT Pindad, yakni model MV3 Garuda Limousine. Kendaraan ini merupakan pengembangan terbaru dari seri MV3 yang dirancang khusus sesuai dengan arahan dan kebutuhan Presiden. MV3 Garuda Limousine memiliki dimensi panjang 5,05 meter, lebar 2,06 meter, dan tinggi 1,87 meter. Meskipun memiliki bobot mencapai 2,95 ton, kendaraan ini dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi kepala negara selama melakukan perjalanan.
Dari segi performa, MV3 Garuda Limousine dibekali dengan mesin berkapasitas 199 daya kuda (dk) yang dipadukan dengan transmisi otomatis delapan percepatan. Kecepatan maksimal yang dapat dicapai diklaim mencapai 100 kilometer per jam, yang dianggap sudah memadai untuk menunjang mobilitas kegiatan kepresidenan.
Aspek keamanan menjadi prioritas utama dalam perancangan MV3 Garuda Limousine. Struktur bodi kendaraan ini menggunakan material composite armor yang diklaim mampu menahan daya tembak dari amunisi kaliber 7,62 x 51 mm NATO dan 5,56 x 45 mm M193. Kaca yang digunakan juga telah memenuhi standar keamanan antipeluru tingkat B5/B6, memberikan perlindungan ekstra bagi penggunanya. Selain itu, ban berukuran 21 inci dengan teknologi Run Flat Tyre (RFT) memungkinkan kendaraan tetap dapat melaju meskipun dalam kondisi ban tertembus atau bocor, sebuah fitur krusial untuk mobilitas di situasi genting. Pengembangan mobil kepresidenan yang lebih interaktif ini menunjukkan adanya keinginan kuat untuk menjembatani jarak antara pemimpin negara dan masyarakatnya, menciptakan sebuah simbol kedekatan dan keterbukaan dalam pemerintahan.






