Pogba Tutup Musim 2025/2026 Tanpa Pertandingan Terakhir Bersama Monaco

Darus Sinatria

Musim 2025/2026 seolah enggan memberikan akhir yang manis bagi Paul Pogba. Sang gelandang AS Monaco FC dipastikan tidak akan bisa ambil bagian dalam laga pamungkas Ligue 1 musim ini, melawan RC Strasbourg Alsace, lantaran dibekap cedera paha yang cukup mengganggu. Keputusan ini secara otomatis menyingkirkan namanya dari daftar skuad tim untuk pertandingan penutup musim yang dijadwalkan bergulir pada Senin dini hari WIB. Debut Pogba bersama klub berjuluk Les Monégasques ini pun berakhir dengan catatan yang kurang memuaskan, lantaran lebih banyak dihabiskan untuk berjuang melawan kondisi fisiknya yang kerap bermasalah.

Pogba, yang bergabung dengan Monaco pada bursa transfer musim panas 2025, sempat membawa harapan besar. Kepindahannya ke Prancis ini merupakan upaya untuk bangkit kembali setelah harus menjalani sanksi terkait kasus doping. Namun, perjalanan kariernya di klub barunya tersebut ternyata jauh dari kata mulus. Pemain berusia 33 tahun ini seolah kesulitan untuk menemukan ritme permainan yang stabil akibat rentetan masalah kebugaran. Sepanjang musim, ia hanya mampu mencatatkan enam penampilan di ajang Ligue 1. Bahkan, dalam enam pertandingan terakhir yang dilakoni Monaco, Pogba hanya sempat merumput dalam tiga laga. Meskipun di beberapa momen sempat memperlihatkan secercah kualitas terbaiknya, cedera kembali menjadi tembok tebal yang menghalangi perkembangannya.

Kondisi ini tentu saja menambah pelik situasi yang tengah dihadapi oleh kubu AS Monaco. Pelatih Sebastien Pocognoli tampaknya harus memutar otak lebih keras menjelang duel terakhir melawan Strasbourg. Selain absennya Pogba, Monaco juga terpaksa kehilangan beberapa pemain kunci lainnya yang juga sedang dibekap cedera. Sebut saja nama-nama seperti Eric Dier, Caio Henrique, dan Vanderson. Lebih jauh lagi, sektor kreatif tim juga mengalami krisis. Aleksandr Golovin dan Stanis Idumbo dipastikan tidak dapat diturunkan dalam pertandingan tersebut. Kombinasi absennya para pemain pilar ini membuat Monaco harus menjalani laga penutup musim dengan kekuatan yang tidak ideal atau yang kerap diistilahkan sebagai tim yang ‘pincang’.

Situasi yang dialami Pogba ini kembali memicu perbincangan hangat mengenai masa depan kariernya di dunia sepak bola. Pemain yang pernah digadang-gadang sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia, terutama setelah perannya yang krusial dalam mengantarkan Prancis menjuarai Piala Dunia 2018, kini seolah terjebak dalam lingkaran masalah. Beberapa tahun terakhir, kiprahnya terus dibayangi oleh berbagai kendala fisik dan juga kontroversi yang muncul di luar lapangan. Kini, musim pertamanya bersama AS Monaco harus ditutup dengan catatan yang pahit, di mana cedera menjadi momok yang terus menghantuinya.

Perjalanan karier Paul Pogba memang telah melalui berbagai fase yang dramatis. Setelah meraih puncak kejayaan bersama tim nasional Prancis di level internasional, ia sempat kembali ke Manchester United dengan status pemain termahal. Namun, di Old Trafford pun ia tidak selalu menampilkan performa yang konsisten, seringkali diganggu oleh cedera dan isu-isu di luar lapangan. Keputusannya untuk kembali ke Prancis, bergabung dengan AS Monaco, adalah sebuah langkah strategis yang diharapkan dapat membangkitkan kembali performa terbaiknya. Ia berambisi untuk membuktikan bahwa dirinya masih memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.

Akan tetapi, realitas di lapangan ternyata menyajikan cerita yang berbeda. Sejak awal musim, Pogba telah bergulat dengan berbagai masalah kebugaran. Ia kerap menghabiskan waktu di ruang perawatan medis, alih-alih berlatih bersama tim dan berkontribusi dalam pertandingan. Hal ini tentu saja berdampak pada menit bermainnya yang sangat minim. Kehadirannya di lapangan pun seringkali tidak dapat memberikan dampak signifikan yang diharapkan oleh para penggemar dan tim pelatih.

Kehilangan Pogba di laga terakhir ini tentu menjadi pukulan tersendiri bagi Monaco. Meskipun musim ini secara keseluruhan tidak berjalan sesuai harapan, terutama bagi Pogba secara pribadi, namun setiap pertandingan tetap memiliki nilai penting. Laga terakhir merupakan kesempatan untuk mengakhiri musim dengan catatan positif, memberikan hiburan bagi para pendukung, dan membangun momentum untuk musim berikutnya. Dengan absennya beberapa pemain kunci lainnya, seperti Eric Dier, Caio Henrique, Vanderson, Aleksandr Golovin, dan Stanis Idumbo, pelatih Sebastien Pocognoli dihadapkan pada tugas berat untuk meracik strategi yang efektif agar timnya tetap bisa bersaing di laga penutup.

Masa depan Paul Pogba kini semakin diselimuti tanda tanya besar. Dengan usianya yang sudah tidak muda lagi dan rentetan cedera yang terus menghampirinya, banyak pihak mempertanyakan apakah ia masih mampu untuk kembali ke performa terbaiknya. Kontraknya bersama AS Monaco masih berjalan, namun performa yang tidak konsisten dan masalah fisik yang berulang menjadi catatan merah yang sulit untuk diabaikan. Pertanyaan krusial yang muncul adalah, apakah AS Monaco akan tetap mempertahankan jasanya atau mencari solusi lain untuk memperkuat tim di musim mendatang?

Para pengamat sepak bola dan para penggemar pun mulai berdiskusi tentang warisan karier Paul Pogba. Ia pernah menjadi ikon sepak bola Prancis, seorang pemain yang memiliki kemampuan luar biasa dan karisma yang kuat. Namun, citra tersebut kini sedikit tercoreng oleh berbagai masalah yang melanda kariernya dalam beberapa tahun terakhir. Apakah ia akan dikenang sebagai salah satu gelandang bertalenta yang kariernya terhambat oleh cedera dan kontroversi, ataukah ia masih memiliki kesempatan untuk menulis ulang narasi kariernya di masa depan? Jawabannya mungkin hanya waktu yang dapat memberikannya. Namun, satu hal yang pasti, musim 2025/2026 ini akan menjadi musim yang sulit dilupakan oleh Paul Pogba, dengan akhir yang jauh dari kata memuaskan.

Also Read

Tags