Perjalanan pasangan ganda putri Indonesia, Isyana Syahira Meida dan Rinjani Kwinnara Nastine, di ajang bergengsi Thailand Open 2026 harus terhenti di babak perempat final. Meski tidak mampu melaju lebih jauh, kedua atlet ini menyambut hasil yang diraih dengan rasa syukur dan menjadikannya sebagai modal penting untuk kompetisi selanjutnya. Mereka mengakui bahwa pengalaman bertanding melawan lawan-lawan tangguh telah memberikan banyak pelajaran berharga.
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit melawan unggulan pertama asal Jepang, Rin Iwanaga dan Kie Nakanishi, Isyana/Rinjani menunjukkan semangat juang yang tinggi. Pertarungan ini memaksa kedua pasangan untuk bertanding hingga gim ketiga, sebuah indikasi ketatnya persaingan di lapangan. Sayangnya, pada gim penentu, Isyana/Rinjani tidak mampu mengendalikan ketegangan dan harus mengakui keunggulan lawan dengan skor akhir 12-21, 21-12, 17-21. Pertandingan yang memakan waktu 61 menit tersebut menjadi ajang pembuktian mental dan ketenangan dalam situasi krusial.
Isyana, salah satu dari pasangan tersebut, mengungkapkan bahwa pada gim pertama, mereka merasa sedikit kewalahan dan belum menemukan ritme permainan yang pas. Namun, memasuki gim kedua, suasana pertandingan berubah. Ia merasakan adanya peningkatan dalam hal relaksasi, kenikmatan bermain, dan fokus yang lebih tajam. "Kami sempat mengalami kebingungan di awal pertandingan, namun perlahan kami menemukan cara untuk bermain lebih rileks, lebih menikmati permainan, dan meningkatkan fokus kami di gim kedua," jelas Isyana setelah pertandingan usai.
Memasuki gim ketiga, pertandingan berlangsung sangat ketat dengan kedua pasangan saling kejar-kejaran angka. Isyana mengakui bahwa lawan mereka menunjukkan ketenangan yang lebih baik pada poin-poin krusial menjelang akhir pertandingan. Pengalaman ini, menurutnya, menjadi momen pembelajaran penting mengenai bagaimana menghadapi tekanan di lapangan ketika pertandingan memasuki fase penentuan. "Di gim ketiga, skor sempat sangat ketat, saling menyusul. Namun, kami harus mengakui bahwa mereka mampu menunjukkan ketenangan yang lebih baik di saat-saat akhir. Hari ini, kami belajar banyak dari cara mereka mengatasi tekanan di lapangan," tambahnya.
Tidak hanya Isyana, Rinjani juga mendapatkan wawasan baru dari pertandingan melawan pasangan peringkat top dunia tersebut. Ia mengaku terkejut melihat bahwa pemain yang sudah berada di jajaran sepuluh besar dunia dan terbiasa bermain di level tertinggi pun masih bisa merasakan ketegangan. Rinjani mengamati bahwa lawan mereka kerap melakukan kesalahan sendiri, terutama pada gim kedua, yang justru memberikan banyak poin gratis bagi pasangan Indonesia. "Kami tidak menyangka bahwa pasangan yang sudah berada di top 10 dunia dan terbiasa bermain di level atas masih bisa merasakan tekanan. Banyak kesalahan yang mereka lakukan, terutama di gim kedua, yang justru memberikan kami banyak poin," ujar Rinjani.
Namun, Rinjani juga menyadari bahwa kesempatan yang didapat pada gim ketiga belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Pasangan Jepang tersebut berhasil mengambil alih kendali permainan di menit-menit akhir, yang berujung pada kemenangan mereka. "Namun, di sisi lain, kami juga tidak mampu memanfaatkan peluang yang ada di gim ketiga dengan baik. Akhirnya, mereka berhasil mengendalikan jalannya pertandingan di akhir," tuturnya.
Meskipun harus menerima kekalahan, Rinjani tidak lupa untuk mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian yang diraih bersama Isyana di Thailand Open. Ia memandang bahwa keberhasilan mencapai babak perempat final merupakan hasil yang patut disyukuri, mengingat setiap lawan yang mereka hadapi sejak babak pertama bukanlah lawan yang mudah. Pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi pasangan yang saat ini menempati peringkat ke-38 dunia tersebut untuk menatap turnamen berikutnya, yaitu Malaysia Masters, yang akan segera digelar pada Selasa pekan depan.
"Alhamdulillah, kami bersyukur bisa sampai di perempat final. Sejak babak pertama, lawan yang kami hadapi memang tidak mudah. Jadi, hasil ini adalah sesuatu yang harus kami syukuri. Tentu saja, kami ingin terus belajar dan memperbaiki diri. Kami berharap di Malaysia Masters minggu depan, kami bisa meraih hasil yang lebih baik lagi," pungkas Rinjani. Ia menambahkan bahwa pertandingan ini memberikan pelajaran tentang konsistensi dan mentalitas yang dibutuhkan untuk bersaing di level internasional. Pengalaman menghadapi pemain top dunia secara langsung memberikan gambaran yang jelas tentang area mana saja yang masih perlu dibenahi, baik dari segi teknik, strategi, maupun ketahanan mental. Ke depan, fokus mereka adalah mengaplikasikan pelajaran ini dalam setiap sesi latihan dan pertandingan untuk terus meningkatkan performa dan meraih prestasi yang lebih gemilang.






