Menjelang pertandingan puncak Piala FA musim 2025/2026 melawan Chelsea, sorotan tertuju pada rekor gemilang Pep Guardiola bersama Manchester City di Stadion Wembley. Sang arsitek asal Spanyol telah menjelma menjadi sosok yang identik dengan kesuksesan di salah satu stadion paling prestisius di Inggris ini. Wembley bukan sekadar arena pertandingan bagi The Citizens di bawah kepemimpinannya, melainkan sebuah medan pembuktian kehebatan taktis dan konsistensi performa.
Sejak menginjakkan kaki di Etihad Stadium pada tahun 2016, Guardiola telah memimpin Manchester City dalam 23 pertandingan di Wembley. Dari jumlah tersebut, timnya berhasil meraih kemenangan dalam 15 kesempatan, sementara delapan laga lainnya berujung pada kekalahan. Catatan ini semakin mengukuhkan reputasi Wembley sebagai ‘rumah kedua’ bagi City di bawah sentuhan magis sang pelatih. Perlu dicatat, statistik ini tidak memasukkan pertemuan melawan Tottenham Hotspur yang pernah berlangsung di markas timnas Inggris tersebut.
Lebih jauh lagi, tinta emas terukir dalam statistik gol yang dicetak maupun yang bersarang di gawang Manchester City selama era Guardiola di Wembley. Para penyerang City tercatat mampu menceploskan bola ke jala lawan sebanyak 34 kali, sebuah bukti ketajaman lini serang. Di sisi lain, pertahanan City tergolong solid dengan hanya kebobolan 18 gol. Keseimbangan antara lini serang yang mematikan dan pertahanan yang kokoh inilah yang menjadi kunci dominasi mereka.
Musim ini saja, Manchester City telah merasakan dua kali atmosfer Wembley. Pertama, dalam partai puncak Piala Liga Inggris, mereka sukses mengungguli Arsenal dengan skor 2-0. Kemudian, di babak semifinal Piala FA, anak asuh Guardiola berhasil menaklukkan Southampton dengan skor tipis 2-1. Keberhasilan demi keberhasilan ini menjadi modal berharga menjelang bentrokan krusial melawan Chelsea.
Perjalanan panjang Guardiola di Wembley dapat dirunut melalui berbagai kompetisi. Pada 23 April 2017, Manchester City memulai jejaknya di Wembley dengan kemenangan 2-1 atas Arsenal dalam semifinal Piala FA. Setahun kemudian, tepatnya 25 April 2018, trofi Piala Liga Inggris berhasil digenggam setelah mengalahkan Arsenal 3-0 di final. Momentum positif berlanjut pada 5 Agustus 2018, saat Community Shield diraih usai menundukkan Chelsea 2-0.
Perjalanan mereka di Wembley terus berlanjut dengan berbagai drama dan kemenangan. Termasuk di antaranya adalah adu penalti melawan Chelsea pada 24 Februari 2019 yang dimenangkan City dengan skor 4-3. Semifinal Piala FA pada 6 April 2019 kembali menjadi saksi bisu kemenangan City atas Brighton & Hove Albion dengan skor 1-0. Puncak kejayaan di Wembley terjadi pada 18 Mei 2019, ketika Manchester City pesta gol 6-0 atas Watford di final Piala FA, sebuah performa yang tak terlupakan.
Kemenangan di Community Shield melawan Liverpool melalui adu penalti (4-5) pada 4 Agustus 2019 menegaskan mentalitas juara tim. Final Piala Liga Inggris pada 1 Maret 2020 kembali menjadi milik City setelah mengalahkan Aston Villa 2-1. Namun, tidak semua laga berjalan mulus. Pada 18 Juli 2020, Manchester City harus mengakui keunggulan Arsenal 2-0 di semifinal Piala FA.
Namun, kekalahan tersebut tak membuat City gentar. Final Piala Liga Inggris pada 25 April 2021 kembali berhasil dimenangkan atas Tottenham dengan skor 1-0. Sempat merasakan kekalahan 1-0 dari Chelsea di semifinal Piala FA pada 17 April 2021, City bangkit. Namun, di Community Shield pada 7 Agustus 2021, Leicester City berhasil mengalahkan mereka 1-0.
Semusim berikutnya, tepatnya 16 April 2022, Manchester City kembali bertemu Liverpool di semifinal Piala FA dan kali ini harus puas dengan kekalahan 3-2. Kebangkitan terjadi pada 22 April 2023, saat Sheffield United dibungkam 3-0 di semifinal Piala FA. Puncak kebahagiaan diraih pada 3 Juni 2023, ketika Manchester City mengukir sejarah dengan menjuarai Piala FA setelah mengalahkan rival sekota, Manchester United, dengan skor 2-1.
Perjalanan di Wembley pada tahun 2023 ditutup dengan pertandingan Community Shield pada 6 Agustus, di mana City kalah 4-1 melalui adu penalti dari Arsenal. Memasuki musim 2024/2025, tren kemenangan kembali diukir. Nottingham Forest berhasil dikalahkan 2-0 di semifinal Piala FA pada 27 April 2025. Namun, momen krusial di final Piala FA pada 17 Mei 2025 harus berakhir dengan kekalahan 1-0 dari Crystal Palace.
Musim 2025/2026 diawali dengan kemenangan 2-0 atas Arsenal di final Piala Liga Inggris pada 22 Maret 2026. Pemanasan sebelum final Piala FA mendatang terbilang positif, dengan kemenangan 2-1 atas Southampton di semifinal pada 25 April 2026. Rekor impresif ini menjadi cerminan dari kedalaman skuad, strategi brilian Guardiola, dan mentalitas baja Manchester City ketika tampil di stadion legendaris Wembley. Pertarungan melawan Chelsea diprediksi akan menjadi episode terbaru dari dominasi mereka di kancah domestik.






