Kisah luar biasa tentang seorang pelatih legendaris kembali terungkap, membawa sorotan baru pada perhelatan akbar sepak bola dunia. Dick Advocaat, sosok yang tidak asing lagi di kancah sepak bola internasional, telah mengkonfirmasi kembalinya ia menukangi Tim Nasional Curacao. Keputusan ini tidak hanya mengembalikan stabilitas bagi tim yang berjuluk "The Orange" tersebut, tetapi juga mengukir sebuah rekor monumental: Advocaat akan menjadi pelatih tertua yang pernah memimpin timnya berlaga di Piala Dunia.
Perjalanan Advocaat bersama Curacao sendiri memiliki narasi yang cukup berliku. Pria asal Belanda ini sebelumnya telah memberikan kontribusi signifikan, berhasil membawa negara yang tergolong kecil di peta sepak bola dunia itu lolos ke Piala Dunia. Namun, kebersamaan mereka harus terhenti sementara pada bulan Februari lalu. Alasan di balik keputusannya saat itu adalah kebutuhan untuk mendampingi dan merawat putrinya yang sedang menghadapi permasalahan kesehatan. Keputusan Advocaat untuk mundur pada saat itu tentu merupakan pilihan pribadi yang mulia, mengesampingkan karier profesional demi keluarga.
Setelah kepergian Advocaat, federasi sepak bola Curacao tidak tinggal diam. Mereka segera menunjuk Fred Rutten, seorang kompatriot Advocaat yang juga memiliki rekam jejak mumpuni di dunia kepelatihan, untuk mengambil alih tongkat estafet. Sayangnya, masa kepemimpinan Rutten ternyata tidak berlangsung lama. Periode singkat yang dijalani Rutten berakhir prematur setelah tim asuhannya menunjukkan performa yang jauh dari harapan dalam rangkaian pertandingan uji coba internasional yang digelar pada bulan Maret.
Dalam dua laga persahabatan tersebut, Curacao menelan kekalahan telak. Mereka takluk 0-2 dari tim nasional Tiongkok dan kemudian dibantai dengan skor mencolok 1-5 oleh Australia. Rentetan hasil minor ini akhirnya mendorong Federasi Sepak Bola Curacao (FFK) untuk mengambil tindakan tegas. Pada Selasa, 12 Mei lalu, FFK secara resmi mengumumkan pemutusan hubungan kerja dengan Fred Rutten.
Alasan resmi yang disampaikan terkait mundurnya Rutten adalah upaya untuk menjaga keharmonisan dan stabilitas tim. Hal ini menjadi krusial mengingat momentum penting yang akan dihadapi tim jelang persiapan Piala Dunia 2026. Keputusan ini, meskipun mungkin terasa mendadak bagi sebagian pihak, ternyata membuka pintu bagi kembalinya sosok yang telah terbukti membawa angin segar bagi tim. Tak lama berselang setelah pengumuman tersebut, Curacao dengan sigap mengambil langkah strategis dengan kembali menunjuk Dick Advocaat untuk menduduki kursi kepelatihan.
Kembalinya Advocaat ke Curacao tidak hanya sekadar memecah kebuntuan pasca kepergian Rutten, tetapi juga mencetak sebuah pencapaian historis yang akan tercatat dalam buku rekor sepak bola. Dengan usia yang telah menginjak 78 tahun 260 hari saat timnya melakoni laga perdana di Piala Dunia musim panas nanti, Dick Advocaat dipastikan akan memegang predikat sebagai pelatih tertua dalam sejarah turnamen akbar tersebut. Rekor ini melampaui pencapaian sebelumnya yang dipegang oleh Otto Rehaggel, yang kala itu memimpin Tim Nasional Yunani di usia 71 tahun 317 hari. Ini adalah bukti nyata bahwa usia hanyalah angka ketika passion, pengalaman, dan dedikasi berpadu.
Kiprah Advocaat di Piala Dunia bukanlah hal baru. Ia memiliki pengalaman dua kali tampil di ajang prestisius ini sebagai pelatih. Pertama, ia pernah membesut tim nasional Belanda pada Piala Dunia 1994. Kemudian, pada edisi 2006, Advocaat dipercaya untuk menakhodai tim nasional Korea Selatan. Pengalaman panjang ini tentu menjadi modal berharga bagi Curacao yang tengah berjuang untuk memberikan yang terbaik di panggung dunia.
Selama periode kepelatihan pertamanya di Curacao, Advocaat telah membuktikan kemampuannya dalam meracik strategi dan membangkitkan semangat tim. Dari 20 pertandingan yang telah dilakoni di bawah asuhannya, ia berhasil mencatatkan 11 kemenangan dan hanya menelan enam kekalahan. Angka-angka ini menunjukkan stabilitas dan progres yang dicapai tim selama masa kepelatihannya.
Kini, Tim Nasional Curacao telah ditempatkan dalam grup yang cukup menantang di Piala Dunia. Mereka tergabung di Grup E bersama raksasa sepak bola dunia, Jerman, serta tim-tim kuat lainnya seperti Ekuador dan Kosta Rika. Laga pembuka yang akan mereka hadapi dipastikan akan menjadi ujian berat sekaligus momen bersejarah bagi Advocaat dan seluruh tim. Pertandingan pertama mereka dijadwalkan akan berlangsung di Houston pada tanggal 14 Juni, menghadapi tim nasional Jerman.
Pernyataan resmi dari Federasi Sepak Bola Curacao (FFK) yang mengkonfirmasi keputusan ini menegaskan kembali kepercayaan mereka terhadap Advocaat. Melalui kutipan yang dilansir oleh The Athletic, FFK menyatakan bahwa setelah keputusan pelatih Fred Rutten untuk mengundurkan diri, para petinggi federasi mengambil keputusan dalam rapat semalam untuk kembali mengangkat Dick Advocaat sebagai pelatih Tim Nasional Curacao. Keputusan ini mencerminkan keyakinan bahwa pengalaman dan kepemimpinan Advocaat adalah aset yang sangat berharga bagi tim, terutama dalam menghadapi kompetisi sekelas Piala Dunia. Kembalinya sang veteran bukan hanya sekadar urusan teknis kepelatihan, tetapi juga sebuah narasi inspiratif tentang semangat pantang menyerah dan dedikasi yang tak lekang oleh waktu.






