Dalam sebuah percakapan eksklusif yang disiarkan melalui podcast legendaris ‘Rio Ferdinand Presents’, gelandang andalan Tim Nasional Brasil, Casemiro, berbagi sebuah anekdot menarik yang menyoroti kepribadian unik sang pelatih, Carlo Ancelotti. Pertanyaan yang diajukan oleh mantan bek Manchester United itu berkisar pada apakah Ancelotti masih mempertahankan ketenangan yang sama di bawah tekanan sebagai pelatih timnas Brasil, dibandingkan dengan pengalaman Casemiro sebelumnya saat dilatih olehnya di klub. Jawaban Casemiro tegas: Ancelotti tetaplah sosok yang sama, tenang dan santai, seolah tak terpengaruh oleh hiruk pikuk di sekelilingnya.
Casemiro, yang memiliki hubungan profesional dengan Ancelotti baik di level klub maupun tim nasional, menceritakan sebuah momen krusial yang terjadi di ruang ganti Brasil saat jeda paruh waktu sebuah pertandingan penting. Laga yang dimaksud adalah lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONMEBOL melawan Paraguay, yang digelar di Sao Paulo. Pertandingan ini memegang signifikansi besar bagi Tim Samba dalam upaya mereka mengamankan tiket menuju turnamen akbar empat tahunan tersebut.
Di tengah interval pertandingan, ketika tim Brasil tengah memimpin dengan skor tipis 1-0 berkat gol yang dicetak oleh Vinicius Junior, suasana di ruang ganti ternyata dipenuhi dengan perdebatan sengit antar para pemain. Tensi pertandingan yang tinggi seolah merembes ke dalam ruang tertutup, di mana setiap pemain saling bertukar pandangan dan argumen untuk memastikan momentum kemenangan dapat terus dipertahankan di babak kedua. Para pemain Tim Samba tampaknya tengah bergulat untuk menemukan formula terbaik agar dapat mengunci tiga poin krusial.
Di tengah dinamika perdebatan yang cukup intens tersebut, Casemiro mengungkapkan bahwa Ancelotti, dengan gaya khasnya yang tidak terburu-buru, memberikan sebuah jeda yang tak terduga. "Saya ingat betul pertandingan besar melawan Paraguay di Sao Paulo, sebuah laga krusial bagi kami untuk lolos ke Piala Dunia," ungkap Casemiro sembari tersenyum geli saat menceritakan kejadian tersebut. Ia melanjutkan, "Kemudian, setiap pemain saling bicara di ruang ganti saat paruh waktu."
Kemudian, Casemiro menceritakan intervensi Ancelotti yang paling mencuri perhatian. "Ancelotti berkata, ‘Tunggu sebentar, kawan-kawan. Saya mau merokok dulu, dan saya akan kembali dalam lima menit’," lanjut Casemiro, menirukan ucapan sang pelatih yang disambut gelak tawa dalam wawancara tersebut. Respons para pemain Timnas Brasil pun tak kalah menarik. Mereka, yang tadinya tengah berapi-api dalam adu argumen, seketika terdiam dan mengangguk setuju. "Setiap pemain langsung merespons, ‘oke, oke, oke’," tambah Casemiro, menunjukkan bagaimana ketenangan Ancelotti mampu meredam dan mengendalikan situasi. Hasilnya pun positif, karena skor akhir pertandingan tidak berubah, dan Brasil berhasil meraih kemenangan.
Kisah ini semakin menggarisbawahi reputasi Carlo Ancelotti sebagai seorang pelatih yang memiliki ketenangan luar biasa. Julukan "Don Carlo" tidak hanya melekat karena pengalamannya yang segudang, tetapi juga karena kemampuannya untuk tetap tenang dan tidak menunjukkan ekspresi berlebihan, bahkan dalam momen-momen krusial yang penuh tekanan. Sikapnya yang kalem ini seringkali terlihat di berbagai laga penting, di mana ia tampak tetap santai meskipun timnya sedang berjuang keras atau bahkan meraih kemenangan gemilang.
Kebiasaan Ancelotti yang masih belum bisa sepenuhnya ia tinggalkan adalah merokok. Namun, di balik kebiasaan pribadi tersebut, tersembunyi sebuah kekuatan mental yang luar biasa, yang mampu menular kepada para pemainnya. Kemampuannya untuk tetap tenang dan memberikan ruang bagi pemainnya untuk berkomunikasi, bahkan dengan cara yang tidak konvensional, menunjukkan pemahaman mendalamnya tentang dinamika tim dan psikologi olahraga.
Bagi Tim Nasional Brasil, keberadaan Carlo Ancelotti di kursi kepelatihan membawa harapan yang besar. Dengan pengalaman globalnya yang tak tertandingi, kemampuannya untuk membangun harmoni dalam tim, dan terutama ketenangannya yang legendaris, Brasil optimis bahwa Ancelotti dapat membimbing Tim Samba untuk mencapai prestasi terbaik di ajang Piala Dunia 2026 mendatang. Kisah anekdot ini hanyalah salah satu bukti kecil dari bagaimana kepribadian unik Ancelotti dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi tim yang ia tangani, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk meraih kesuksesan, bahkan di tengah situasi yang paling menegangkan sekalipun. Ancelotti bukan sekadar pelatih taktis, ia adalah seorang maestro yang memahami seni mengelola emosi dan memotivasi para bintang sepak bola dunia.






