Peluang Juara Tertutup, Rizky Ridho Ungkapkan Penyesalan Mendalam untuk Jakmania

Darus Sinatria

Kekecewaan menyelimuti kubu Persija Jakarta setelah dipastikan tak lagi memiliki kans untuk merengkuh gelar juara Liga Super 2025/2026. Kepastian ini datang setelah skuad Macan Kemayoran menelan kekalahan dari rival abadi mereka, Persib Bandung, dalam laga krusial di pekan ke-32. Dengan hanya menyisakan dua pertandingan, perolehan poin Persija yang kini terpaku di angka 65 tak lagi mampu mengejar raihan 75 poin yang telah dikantongi oleh duo pemuncak klasemen, Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda. Situasi ini membuat persaingan gelar juara kini mengerucut hanya pada kedua tim tersebut.

Menyadari realitas pahit yang harus dihadapi timnya, bek tangguh Persija, Rizky Ridho, menyampaikan permohonan maafnya secara tulus kepada seluruh pendukung setia, The Jakmania. Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Rizky Ridho mengungkapkan bahwa posisi ketiga klasemen akhir musim ini bukanlah pencapaian yang diharapkan oleh tim maupun para pemain. Ia mengakui bahwa hasil yang diraih musim ini jauh dari target yang telah dicanangkan sejak awal.

"Meskipun musim ini masih menyisakan dua pertandingan, posisi Persija kini sudah dapat dipastikan berada di peringkat ketiga. Posisi akhir klasemen ini jelas bukanlah target maupun hasil yang kami inginkan," tulis Rizky Ridho dalam pernyataannya yang sarat emosi. "Oleh karena itu, saya secara pribadi meminta maaf atas hasil yang kurang memuaskan ini, terutama kepada pendukung setia kami, The Jakmania, yang selalu memberikan dukungan luar biasa."

Kekalahan atas Persib Bandung, tim yang juga menjadi pesaing utama dalam perburuan gelar juara, tentu menambah luka dan rasa frustrasi bagi skuad Persija. Rizky Ridho tak menampik bahwa tensi pertandingan yang tinggi, ditambah dengan kekalahan krusial dari tim rival, membuatnya sempat terbawa emosi pasca-laga. Momen tersebut terekam kamera dan berpotensi menyeret bek Timnas Indonesia itu pada sanksi dari Komite Disiplin PSSI.

Menanggapi insiden yang terjadi, Rizky Ridho memberikan penjelasan bahwa pertandingan pekan ke-32 kemarin memang memiliki arti yang sangat penting dan seringkali memunculkan ketegangan di lapangan. Ia mengakui adanya insiden kecil yang terjadi setelah peluit panjang dibunyikan, yang kemudian menimbulkan berbagai interpretasi. Namun, ia menyerahkan sepenuhnya penilaian dan keputusan kepada pihak-pihak yang berwenang, serta menyatakan kesiapan untuk menerima konsekuensi apapun yang mungkin dijatuhkan.

"Pekan ke-32 kemarin merupakan pertandingan yang sangat menentukan, dan pertandingan-pertandingan dengan tensi tinggi seperti itu memang kerap memunculkan ketegangan, termasuk adanya insiden kecil usai pertandingan," jelasnya. "Insiden tersebut menimbulkan berbagai macam tafsir. Biarlah pihak yang berkepentingan yang melakukan penilaian, dan kami sebagai pemain siap menerima konsekuensinya."

Lebih lanjut, Rizky Ridho menegaskan komitmennya dan seluruh rekan setim untuk menyelesaikan sisa pertandingan musim ini dengan profesionalisme dan memberikan penampilan terbaik. Ia berjanji bahwa setelah musim berakhir, akan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh elemen tim, termasuk dirinya pribadi, untuk melakukan pembenahan dan memastikan pencapaian yang lebih baik di musim-musim mendatang. Harapannya adalah agar Persija dapat kembali bangkit dan meraih hasil yang lebih membanggakan bagi para pendukungnya.

Perjalanan Persija Jakarta di Liga Super 2025/2026 memang harus berakhir tanpa gelar juara. Namun, perjuangan para pemain di lapangan tetap patut diapresiasi. Kegagalan ini menjadi pelajaran berharga bagi Rizky Ridho dan seluruh skuad Macan Kemayoran untuk terus berbenah dan kembali lebih kuat di masa depan. Dukungan dari The Jakmania, yang dikenal sebagai salah satu basis suporter paling fanatik di Indonesia, tentu akan menjadi motivasi tersendiri bagi tim untuk bangkit dari keterpurukan dan kembali bersaing di papan atas.

Musim ini, Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda akan menjadi dua tim yang akan saling berebut takhta juara Liga Super 2025/2026. Persija Jakarta, dengan posisi ketiganya, harus rela menyaksikan rivalnya merayakan gelar. Namun, ini bukanlah akhir dari segalanya. Dengan semangat juang yang tinggi dan tekad untuk memperbaiki diri, Persija memiliki potensi besar untuk kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan di kancah sepak bola Indonesia. Rizky Ridho, sebagai salah satu pilar pertahanan tim, memikul tanggung jawab besar untuk menjadi bagian dari kebangkitan tersebut. Permohonan maafnya adalah langkah awal untuk membangun kembali kepercayaan diri dan semangat tim.

Also Read

Tags