Sirkuit Le Mans, Prancis – Akhir pekan balap Moto3 Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans menghadirkan skenario yang kontras bagi tim Honda Team Asia. Pembalap muda kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil mengamankan posisi start keenam, sementara rekan setimnya, Zen Mitani, harus menghadapi kenyataan pahit dengan terjatuh dan menempati posisi start ke-26. Perbedaan nasib yang mencolok ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi jajaran manajemen tim, termasuk Manajer Tim Hiroshi Aoyama.
Sesi kualifikasi yang berlangsung pada Sabtu (9/5/2026) menjadi ajang pembuktian bagi para pembalap. Veda Ega Pratama, yang dikenal dengan determinasi tinggi, berhasil mencatatkan waktu putaran terbaik 1 menit 40,304 detik. Catatan waktu tersebut menempatkannya di grid terdepan, bahkan sempat merasakan sensasi menduduki posisi teratas dalam waktu singkat. Keberhasilan ini menempatkan Veda selangkah lebih maju dari rivalnya di ajang Red Bull Rookies Cup 2026, Brian Uriarte dari tim Red Bull KTM Ajo, yang akan memulai balapan dari posisi di belakangnya.
Namun, di balik performa apik Veda, terdapat pula catatan yang menjadi perhatian serius tim. Hiroshi Aoyama, Manajer Tim Honda Team Asia, mengungkapkan bahwa kondisi lintasan yang berubah drastis antara sesi pagi dan siang hari sempat menyulitkan kedua pembalapnya. Pada sesi pagi, cuaca dingin yang menyelimuti Sirkuit Le Mans membuat Veda dan Zen kesulitan untuk mengeluarkan performa maksimal, bahkan tidak mampu melampaui catatan waktu mereka di hari sebelumnya. "Hari kedua di Le Mans telah selesai dan kondisi berubah cukup banyak antara pagi dan siang. Di pagi hari, kedua pembalap kesulitan dengan kondisi dingin dan mereka tidak dapat meningkatkan performa dibandingkan kemarin," ujar Aoyama, dilansir dari siaran resmi tim.
Aoyama menambahkan bahwa ketidakmampuan untuk terus menunjukkan peningkatan performa secara konsisten menjadi sumber kekhawatiran tersendiri. Tim selalu menargetkan kemajuan yang progresif, dan perasaan bahwa kemajuan tersebut belum sepenuhnya tercapai sempat menghantui mereka. "Kami sedikit khawatir karena kami ingin terus maju selangkah demi selangkah, tetapi perasaan itu belum sepenuhnya ada," jelasnya.
Meski demikian, situasi berbalik secara signifikan pada sesi kualifikasi. Veda Ega Pratama menunjukkan performa yang luar biasa dan berhasil mengamankan posisi keenam. Selisih waktu yang sangat tipis dengan para pembalap di depannya menunjukkan potensi besar yang dimiliki Veda. "Dalam kualifikasi, situasinya berubah menjadi sangat positif, terutama untuk Veda. Dia melakukan pekerjaan yang sangat baik dan meraih posisi ke-6 dengan selisih yang sangat kecil dari depan," puji Aoyama.
Lebih lanjut, Aoyama menguraikan bahwa Veda terus menunjukkan peningkatan performanya di setiap lap. Bahkan pada percobaan terakhirnya, Veda memiliki peluang untuk mencatat waktu yang lebih baik lagi. Namun, kesialan menimpanya ketika ia terganggu oleh pembalap lain di saat krusial tersebut. "Dia terus meningkatkan performanya lap demi lap dan bahkan pada percobaan terakhir dia memiliki potensi untuk meningkatkan lebih banyak lagi, tetapi sayangnya dia terganggu selama lap tersebut," ungkap Aoyama.
Berbanding terbalik dengan Veda, nasib nahas menimpa Zen Mitani. Pembalap asal Jepang ini harus memulai balapan dari posisi ke-26 setelah mengalami insiden jatuh di tikungan kedua. Kecelakaan tersebut tentu saja menjadi pukulan berat bagi Zen dan tim. "Di sisi Zen, dia juga berusaha keras untuk meningkatkan performanya dan banyak memacu motor selama Q1, tetapi dia mengalami kecelakaan saat menyerang untuk mendapatkan waktu lap yang lebih baik," jelas Aoyama.
Meski demikian, tim bersyukur karena Zen tidak mengalami cedera serius. Kondisi fisiknya dilaporkan baik-baik saja, namun tim akan terus memantau perkembangannya secara seksama. "Untungnya dia baik-baik saja secara fisik, tetapi kami perlu memeriksa kondisinya dengan cermat," ujar Aoyama.
Menatap balapan utama, Hiroshi Aoyama menyatakan harapannya agar cuaca dapat bersahabat dan balapan dapat berlangsung dalam kondisi kering. Ia meyakini bahwa dengan lintasan yang stabil, tim Honda Team Asia memiliki potensi besar untuk bersaing di barisan depan. "Semoga besok kami bisa mendapatkan cuaca yang stabil dan balapan yang kering karena saya yakin kita bisa kompetitif," pungkasnya.
Perbedaan hasil kualifikasi antara Veda Ega Pratama dan Zen Mitani menjadi cerminan dinamika kompetisi Moto3 yang selalu penuh kejutan. Veda membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu talenta muda yang patut diperhitungkan, sementara Zen harus bangkit dari keterpurukan dan membuktikan diri di balapan nanti. Perjuangan Honda Team Asia di Moto3 Prancis 2026 masih panjang, dan segala kemungkinan masih terbuka lebar.






