Singapura Tertunduk di Kanjuruhan: PSM Terperosok di Zona Merah Klasemen

Darus Sinatria

Kekalahan telak yang diderita PSM Makassar dari Arema FC dalam lanjutan Liga Super musim 2025-2026, Sabtu (9/5/2026) di Stadion Kanjuruhan, Malang, semakin memperburuk posisi tim berjuluk Juku Eja tersebut di papan klasemen. Hasil tiga gol tanpa balas atas Singo Edan membuat PSM kini berada di ambang jurang degradasi, sebuah skenario yang tak terbayangkan sebelumnya bagi tim sebesar mereka. Pertandingan yang disaksikan langsung oleh ribuan pasang mata ini sejatinya menjadi panggung bagi Arema FC untuk mengamankan poin penuh di kandang, dan mereka berhasil melakukannya dengan performa dominan sejak peluit dibunyikan.

Sejak awal laga, Arema FC menunjukkan intensitas serangan yang tinggi, seolah tak memberi ruang bagi PSM untuk mengembangkan permainan. Tekanan bertubi-tubi yang dilancarkan anak-anak asuh pelatih lokal ini akhirnya berbuah manis pada menit kedelapan. Sebuah momen krusial tercipta ketika pemain belakang PSM, Yuran Fernandes, kedapatan melakukan pelanggaran terhadap Gabriel Silva di dalam area terlarang. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih, memberikan kesempatan emas bagi Arema FC untuk membuka keunggulan. Dalberto, yang dipercaya sebagai algojo, sukses menjalankan tugasnya dengan dingin. Tendangannya yang mengarah ke tengah gawang berhasil mengecoh kiper PSM, Hilman Syah, yang terlanjur bergerak ke sisi kiri. Gol pembuka ini sontak membangkitkan semangat para pemain Arema FC dan membungkam pendukung tim tamu yang hadir di stadion. Skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Tertinggal satu gol, PSM Makassar bukannya tanpa perlawanan. Pada menit ke-14, tim Juku Eja sempat menebar ancaman melalui tendangan keras Alex. Namun, bola hasil sepakan pemain bernomor punggung… (informasi nomor punggung tidak tersedia dalam sumber asli) tersebut masih melebar dari sasaran, belum mampu menyamakan kedudukan. Upaya ini menunjukkan bahwa PSM masih memiliki potensi untuk membalas, namun konsistensi permainan mereka masih menjadi pertanyaan besar.

Memasuki paruh kedua pertandingan, Arema FC kembali menunjukkan superioritasnya. Keunggulan agregat tampaknya semakin memacu motivasi para pemain tuan rumah untuk menambah pundi-pundi gol. PSM yang mencoba untuk bangkit dan mencari gol penyeimbang justru semakin tertekan oleh serangan balik cepat yang dilancarkan oleh Arema FC. Ketiadaan koordinasi yang baik di lini pertahanan PSM menjadi celah yang berhasil dimanfaatkan oleh Arema FC.

Gol kedua Arema FC tercipta melalui skema serangan yang rapi. Umpan silang dari sisi sayap berhasil disambut dengan sundulan terukur oleh salah satu penyerang Arema FC, yang tak mampu diantisipasi oleh Hilman Syah. Gol ini semakin menambah tekanan pada lini pertahanan PSM yang sudah terlihat rapuh. Skor berubah menjadi 2-0.

Situasi semakin sulit bagi PSM ketika Arema FC berhasil mencetak gol ketiga mereka. Kali ini, gol tercipta melalui sebuah kemelut di depan gawang PSM. Pantulan bola yang tidak sempurna dari lini pertahanan PSM berhasil disambar oleh pemain Arema FC yang berada di posisi tepat. Dengan tendangan keras, bola akhirnya merobek jala gawang PSM untuk ketiga kalinya. Skor 3-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi PSM Makassar. Selain harus pulang dengan tangan hampa, hasil ini semakin mengukuhkan posisi mereka di papan bawah klasemen. Ancaman degradasi kini semakin nyata menghantui tim kebanggaan masyarakat Makassar tersebut. Poin-poin yang hilang di kandang Arema FC ini menjadi sangat krusial dalam persaingan ketat di zona aman.

Manajemen PSM Makassar tampaknya harus segera melakukan evaluasi mendalam terhadap performa tim. Kinerja para pemain, strategi pelatih, hingga kekuatan mental tim patut menjadi perhatian serius. Mengingat sisa pertandingan yang semakin sedikit, PSM membutuhkan keajaiban untuk bisa lolos dari jurang degradasi. Kegagalan di laga ini bukan hanya soal tiga poin, melainkan juga soal merusak reputasi dan kepercayaan diri tim yang sudah terbangun selama ini.

Di sisi lain, kemenangan ini menjadi hasil yang sangat memuaskan bagi Arema FC. Tiga poin penuh berhasil diraih di hadapan pendukung sendiri, sekaligus memberikan suntikan moral yang besar bagi tim. Performa solid yang ditunjukkan dalam pertandingan ini menjadi bukti bahwa Arema FC memiliki potensi untuk bersaing di kompetisi Liga Super.

Bagi PSM Makassar, sisa pertandingan musim ini akan menjadi ujian terberat. Mereka harus bangkit dari keterpurukan ini, menunjukkan semangat juang yang lebih tinggi, dan memenangkan setiap pertandingan yang tersisa jika ingin tetap bertahan di Liga Super musim depan. Kegagalan di Kanjuruhan ini harus dijadikan cambuk agar tim mampu memberikan performa yang lebih baik di laga-laga selanjutnya. Pertanyaan besar yang menggelayuti adalah, mampukah PSM Makassar bangkit dari keterpurukan ini dan menyelamatkan diri dari degradasi? Jawabannya akan tersaji di pekan-pekan mendatang.

Also Read

Tags