Jasa Marga, perusahaan yang bertanggung jawab atas pengelolaan jalan tol, memberikan dukungannya kepada keputusan Kepolisian untuk mengakhiri penerapan rekayasa lalu lintas contraflow di Ruas Tol Jagorawi arah Puncak. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap peningkatan volume kendaraan yang terjadi akibat libur panjang Hari Raya Waisak 2569 BE.
Menurut penuturan Alvin Andituahta Singarimbun, Senior Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, keputusan tersebut diambil setelah pertimbangan dari pihak Kepolisian yang memperhatikan lonjakan arus lalu lintas. “Setelah diberlakukan sejak pukul 06.15 WIB imbas peningkatan volume lalu lintas wisata dan silaturahmi yang terjadi di Ruas Tol Jagorawi arah Puncak pada Libur Panjang Hari Raya Waisak 2569 BE, atas diskresi Kepolisian, contraflow mulai dari KM 44+400 s.d. KM 46+400 Ruas Tol Jagorawi arah Puncak dihentikan pada pukul 12.00 WIB. Lalu lintas berangsur kembali normal,” jelas Alvin di Jakarta pada Senin, 12 Mei 2025.
Penghentian contraflow ini diharapkan dapat mengembalikan kondisi arus lalu lintas yang lebih lancar di jalur yang menghubungkan Jakarta dengan Puncak, yang biasanya padat saat musim liburan panjang. Sebagai upaya untuk meminimalisir kemacetan, pihak Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan waktu perjalanan mereka dengan lebih hati-hati, serta memilih rute alternatif jika diperlukan.
Selain itu, Jasa Marga juga memberikan peringatan agar para pengendara mempersiapkan saldo kartu elektronik dengan cukup sebelum memulai perjalanan mereka. Hal ini penting untuk menghindari antrian panjang yang seringkali terjadi saat pembayaran di gerbang tol. “Selalu patuhi rambu lalu lintas dan ikuti arahan petugas di lapangan,” tambah Alvin, mengingat pentingnya kesadaran akan keselamatan serta kelancaran perjalanan.
Rekayasa lalu lintas dengan contraflow sebelumnya diberlakukan oleh pihak Kepolisian untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama libur panjang Hari Raya Waisak, yang tahun ini jatuh pada bulan Mei. Hari Raya Waisak sendiri merupakan hari penting bagi umat Buddha di seluruh dunia, termasuk Indonesia, yang merayakan kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Sang Buddha.
Dengan penghentian contraflow ini, diharapkan perjalanan menuju kawasan Puncak dapat kembali berjalan dengan lebih lancar. Namun, pihak berwenang tetap mengingatkan pengendara untuk tetap waspada dan mengikuti arahan yang ada guna menjaga keselamatan di jalan.






